sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Website Bawaslu diretas diduga karena isu mahar Sandiaga

Website resmi Bawaslu yang diretas sudah tak dapat diakses.

Robi Ardianto
Robi Ardianto Senin, 20 Agst 2018 21:45 WIB
Website Bawaslu diretas diduga karena isu mahar Sandiaga

Laman resmi milik Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diretas oleh pihak tak bertanggung jawab. Dalam website yang beralamat di bawaslu.go.id, tertulis bahwa akun tersebut diretas oleh @kakekdetektif. 

"Trik busuk Sandiaga Uno tipu partai koalisi keumatan, #JenderalKardus. Capres Penghianat, Cawapres Mahar, koalisi tanpa iman," kalimat tersebut tertulis di laman tersebut.

Lebih lanjut, dituliskan agar Bawaslu harus berani mengusut dugaan mahar Rp1 triliun Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS terkait pencalonannya sebagai calon wakil presiden Prabowo Subianto. Peretasnya juga mengingatkan pasal 228 UU 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, bahwa partai politik dalam proses pencalonan presiden dan wakil presiden dilarang menerima imbalan dalam bentuk apapun. 

Di akun Twitternya, @KakekDetektif memposting tampilan website Bawaslu yang sudah diretas. Sebelumnya, akun tersebut juga memberikan serial twit seputar dugaan mahar politik Sandiaga.

"Kepada partai pengusung Sandiaga menjanjikan masing-masing minimal 500M. Namun di sisi lain, Sandi sengaja tidak menutupi adanya pemberian uang kepada partai-partai itu, dengan harapan akan ada teguran dari Bawaslu atau KPU,"

"Dengan adanya teguran, maka Sandi hanya bisa membayar tidak lebih dari aturan yaitu 25M. Otomatis Sandi mendapat kursi Cawapres dengan menipu partai koalisi keumatan." tulisnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Fritz Edward Siregar saat dikonfirmasi baru mengetahui bahwa website milik Bawaslu diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Sponsored

"Thanks, sedang diberesin," kata Fritz kepada Alinea, Senin (20/8).

Anggota Bawaslu Rahmat Bagja juga baru mengetahui adanya peretasan di websitenya. 

"Iya bang, saya cek dulu," kata Rahmat kepada Alinea, saat ditanya mengenai peretasan di website Bawaslu. Saat ini, website Bawaslu sudah tak dapat diakses. Tertulis "Maaf, Website Bawaslu sedang dalam pemeliharaan" saat pengguna internet mengakses laman bawaslu.go.id.

Sebelumnya, Bawaslu telah memanggil pengadu dan saksi terkait mahar politik Rp1 triliun yang diberikan Sandiaga Salahuddin Uno. 
 
Namun, hingga kini baru pengadu (Federasi Indonesia Bersih/Fiber) yang telah memberikan keterangannya. Sedangkan, Andi Arief sebagai pihak yang pertama kali mengungkapkan adanya dugaan mahar politik yang dilakukan Sandiaga Uno, belum memenuhi panggilan dari Bawaslu. 

"Pengadu telah memberikan keterangannya," jelas Rahmat Bagja.