logo alinea.id logo alinea.id

Fadli Zon desak bentuk panja dan pansus rusuh 22 Mei

Aksi 22 Mei dinilai sebagai peristiwa besar, sama seperti kasus Trisakti, Semanggi 1 dan Semanggi 2.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Selasa, 28 Mei 2019 18:11 WIB
Fadli Zon desak bentuk panja dan pansus rusuh 22 Mei

Aksi demonstrasi di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 21-22 Mei telah menelan korban jiwa. Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mendukung bila Komisi III DPR RI ingin membentuk panitia kerja (Panja) dan panitia khusus (Pansus) untuk mengusut dalang di balik kerusuhan 22 Mei.

Fadli mengatakan, sudah semestinya Pansus dibentuk oleh DPR. Lantaran unjuk rasa berbuntut kerusuhan tersebut telah memakan korban jiwa cukup banyak, bahkan melebihi Tragedi Trisakti 1998.

"Mestinya dalam situasi peristiwa yang besar dengan korban sampai delapan orang mestinya ada pansus. Dulu juga ada Pansus Trisakti, Semanggi 1 Semanggi 2 ada Pansus di DPR,"katanya. 

Fadli memberi catatan agar Pansus tidak hanya mengusut dalang kerusuhan 22 Mei, tapi juga mengusut meninggalnya para petugas KPPS saat bertugas pada Pemilihan Umum 2019.

Sponsored

"Saya termasuk yang mendukung kalau misalnya memang ada upaya dari rekan-rekan anggota DPR untuk membuat pansus tragedi 21-22 Mei. Sehingga semuanya bisa terbongkar dan diusut, termasuk siapa yang bertanggungjawab jatuhnya korban-korban sampai meninggal dan juga yang jatuh sakit. Ini bisa satu paket dengan meninggalnya  KPPS. Karena ini masih satu rangkaian," terang Fadli. 

Apabila pemerintah ingin membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), Fadli juga mendukungnya. Sebab, hal itu bisa jadi bentuk komitmen pemerintah dalam menegakkan hak asasi manusia.