sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Fokus Demokrat tolak wacana KLB

Para kader diklaim masih percaya terhadap kepemimpinan SBY.

Adi Suprayitno
Adi Suprayitno Selasa, 10 Mar 2020 07:31 WIB
Fokus Demokrat tolak wacana KLB
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Forum Komunikasi Simpatisan (Fokus) Partai Demokrat  menolak wacana kongres luar biasa (KLB). Lantaran dianggap nirfaedah.

"Kenapa harus KLB? Apa manfaatnya?" ujar Koordinator Fokus Demokrat, Try Wahyudi, saat dikonfirmasi di Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Senin (9/3).

Forum Komunikasi Pendiri Partai Demokrat (FKPD) diketahui, berencana mengadakan KLB dalam waktu dekat. Dalihnya, menyelamatkan partai. Agar tak menjadi warisan keluarga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menyusul adanya isu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi Demokrat-1 secara aklamasi.

Menurut Yudi, sapaan Tri Wahyudi, para kader hingga kini masih percaya SBY dalam memimpin. sampai jabatan berakhir. Pada Mei 2020.

KLB, lanjut dia, bisa digelar apabila SBY mendapatkan mosi takpercaya dari pengurus. Karena dianggap gagal memimpin partai. Faktanya, bekas Presiden ke-6 RI itu dianggap berhasil membawa kejayaan Demokrat. 

Dirinya pun optimistis, seluruh kader dan simpatisan Demokrat se-Indonesia masih percaya terhadap "keluarga Cikeas". Untuk kembali menahkoda "partai bintang mercy".

"Bisa Mas AHY atau Mas Ibas (Edhie Baskoro Yudhoyono). Demokrat tak akan lepas dari Pak SBY dan keluarga Cikeas untuk saat ini. Kalau dipimpin selain keluarga Cikeas saat ini, Partai Demokrat belum bisa," tuturnya.

Karenanya, Fokus Demokrat juga tak sependapat dengan FKPD. Jika SBY dan keluarganya berusaha menjadikan Demokrat sebagai partai warisan keluarga.

Sponsored

"Mereka lupa, Pak SBY telah berhasil 10 tahun memimpin Indonesia dan 10 tahun memimpin Demokrat. Demokrat pernah jaya di bawah kepemimpinan Pak SBY. Lalu, mereka hendak membuang atau mengenyampingkan jasa Pak SBY dan keluarganya demi Partai Demokrat?" paparnya.

Pernyataan senada disampaikan aktivis Fokus Demokrat lainnya, Mohammad Rizal. Dia menerangkan, AHY rela mundur dari karir militernya dan bergabung ke Demokrat untuk membesarkan partai.

"Semua kader dan simpatisan Partai Demokrat menaruh hormat setinggi-tingginya. Atas perjuangan Pak SBY dan keluarga besarnya demi Demokrat," katanya.

Baginya, pihak-pihak yang menyuarakan KLB dan ingin melengserkan SBY "berkaca" dulu. Instropeksi tentang jasanya untuk membesarkan partai.

"Kami yang di akar rumput, tak pernah dengar itu kinerja dari FKPD dalam membesarkan partai. Jangan-jangan, mereka ini punya niat akan menggembosi Partai Demokrat," ujarnya.

Berita Lainnya