sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Hampir dua jam AHY-MUI bertemu, ini yang dibahas

AHY tak ingin Pancasila dibenturkan dengan Islam.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Selasa, 14 Jul 2020 19:28 WIB
Hampir dua jam AHY-MUI bertemu, ini yang dibahas
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 404.048
Dirawat 60.569
Meninggal 13.701
Sembuh 329.778

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar silaturahmi dengan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Selasa (14/7) siang, di Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jalan Proklamasi 51, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/7).

"Sudah lama sebetulnya kami rencanakan, apalagi kantor kami ini dekat sekali, kita bertetangga. Namun karena dinamika situasi negara saat ini di tengah-tengah pandemi Covid-19, baru kali ini bisa kami wujudkan," ujar AHY dalam rilis yang diterima Alinea.id.

Ketum Demoktrat itu mengatakan, serupa dengan MUI, Partai Demokrat juga memperjuangkan aspek yang sama menyangkut keumatan umat Islam, dan untuk masyarakat dan bangsa secara luas.

"Di sisi kami, secara politik terus memperjuangkan berbagai aspek yang serupa, tentu juga berbicara tentang umat Islam, tentang rakyat dan negara secara keseluruhan. Di sana-sini banyak hal yang bisa dilakukan kerja sama dan saling menguatkan satu sama lain," bebernya.

Sebaliknya, sambung AHY, Demokrat juga berharap jika ada perjuangan partai yang senada dengan MUI, bisa juga disosialisasikan di akar rumput, terutama di kalangan umat Islam.

Selain itu, dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir dua jam tersebut, juga dibahas Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang menjadi kontroversi belum lama ini.

"Alhamdulillah Partai Demokrat dan MUI tegas menolak RUU HIP. Ini merupakan set back historis, yang menimbulkan masalah baru yang tidak diperlukan di negeri kita, di saat kita semua fokus untuk melawan pandemi Covid-19," jelasnya.

Putra sulung Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono itu berharap Islam tidak dibenturkan dengan Pancasila. "Jika ada upaya dari pihak-pihak tertentu yang kembali bisa memecah belah diantara kita, membentur-benturkan Pancasila dengan Islam, kemudian membawa isu ideologi yang sebetulnya sudah kita tinggalkan di belakang, karena kita mempunyai tujuan besar bersama dimana Pancasila final dan NKRI harga mati," katanya.

Sponsored

Sementara itu, Waketum MUI KH. Muhyiddin Junaidi menjelaskan, tujuan kedatangan pimpinan Partai Demokrat untuk silaturahmi.

"Kita juga memiliki kesamaan cara pandang dalam beberapa isu yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. Semoga kunjungan ini bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Insya Allah," tandasnya. 

Hadir dalam pertemuan tersebut Sekjen PD Teuku Riefky Harsha, Bendahara Umum PD Renville Antonio, Kepala Departemen Agama dan Sosial Munawar Fuad Noeh, Kepala Badan Pembinaan Jaringan Konstituen (BPJK) Zulfikar Hamonangan, Wasekjen Agust Jovan Latuconsina, dan Direktur Eksekutif Sigit Raditya.

Sementara Waketum MUI KH. Muhyiddin Junaidi didampingi, Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi KH. Abdullah Djaidi, Ketua Bidang Pembinaan Seni Budaya Islam KH. Sodikun, Ketua Bidang Perempuan, Remaja dan Keluarga Prof. Dr. Amany Lubis, serta Wasekjen MUI H. Misbahul Ulum, Dr. Nadjamuddin, Rofiqul Umam Ahmad, MH, dan KH. Sholahudin Al Aiyub.

Berita Lainnya