logo alinea.id logo alinea.id

Ide Demokrat bubarkan koalisi Jokowi dan Prabowo dianggap keliru

Pemerintah harus didukung partai politik. Juga perlu dikontrol oposisi. Dengan begitu, pemerintah dapat berjalan baik, efektif dan efisien.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Senin, 10 Jun 2019 09:05 WIB
Ide Demokrat bubarkan koalisi Jokowi dan Prabowo dianggap keliru

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, menilai ide Partai Demokrat yang ingin agar koalisi Jokowi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja maupun Prabowo melalui Koalisi Indonesia Adil Makmur bubar dianggap sangat tidak masuk akal.

Menurut Karding, sebuah pemerintahan harus didukung partai-partai politik. Juga perlu dikontrol oleh pihak oposisi. Dengan begitu, pemerintah dapat berjalan dengan baik, efektif dan efisien.

“Jadi kalau kemudian isunya digeser bahwa koalisi bisa membahayakan persatuan, itu cara berpikir yang salah dan keliru," kata Karding di Jakarta, Minggu.

Hal itu dikatakan Karding menanggapi pernyataan Wakil Sekjen Partai Demokrat, Rachland Nashidik, yang menyarankan agar Koalisi Indonesia Kerja dan Koalisi Indonesia Adil Makmur dibubarkan. Menurut Karding yang juga Ketua DPP PKB itu, dalam sistem politik multi-partai, koalisi merupakan sebuah keniscayaan dan tidak mungkin untuk tidak berkoalisi dalam membangun negara.

Menurut Rachland, permasalahan yang ada bukan pada koalisi. Namun, soal bagaimana membangun tradisi pada para politisi, pemimpin, institusi dan masyarakat dalam tiap kompetisi politik harus dibarengi dengan sikap siap menang dan siap kalah.

"Karena sikap kalah dan siap menang pada prinsipnya adalah hakikat demokrasi," ucapnya.

Ide membubarkan Koalisi Indonesia Kerja dan Koalisi Indonesia Adil Makmur datang dari Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik yang disampaikan melalui akun Twitter-nya.

"Pak Prabowo, pemilu sudah usai, gugatan ke MK adalah gugatan pasangan capres, tidak melibatkan partai. Saya usul anda segera bubarkan koalisi dalam pertemuan resmi yang terakhir karena anda pemimpin koalisi yang mengajak bergabung, datang tampak muka, pulang tampak punggung," kata Rachland.

Sponsored

Dia juga menyarankan kepada Jokowi untuk membubarkan koalisi karena mempertahankannya berarti mempertahankan perkubuan di akar rumput dan mengawetkan permusuhan serta memelihara potensi benturan dalam masyarakat.

Rachland juga meminta Jokowi dan Prabowo bertindak benar karena dalam situasi seperti ini, perhatian utama perlu diberikan pada upaya menurunkan tensi politik darah tinggi di akar rumput dan membubarkan koalisi lebih cepat adalah resep yang patut dicoba. (Ant)