sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kandidat Ketum Golkar tak hanya Airlangga dan Bamsoet

Ada sejumlah kader lainnya yang sudah mendeklarasikan bakal maju sebagai calon ketum.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Selasa, 05 Nov 2019 20:11 WIB
Kandidat Ketum Golkar tak hanya Airlangga dan Bamsoet


Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus menyebut semua kader yang memenuhi syarat boleh mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Selain Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo (Bamsoet), tidak tertutup kemungkinan ada dua calon lain yang bakal maju. 

"Pasti ada. Karena ada Pak Indra Bambang Utoyo, Pak Ridwan Hisjam dan sebagainya (yang sudah mendeklarasikan diri bakal maju). Pak Bamsoet (juga mencalonkan diri). Itu nanti kita buka," kata Lodewijk di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/11).

Lodewijk mengatakan, jumlah kandidat ketua umum baru bisa dipastikan pada saat pendaftaran dibuka jelang Munas Golkar, awal Desember nanti. "Kita belum tahu berapa orang yang pengen maju. Kita tunggu saja saat sudah terbentuk panitia," ujarnya.

Sebelumnya, Bamsoet mengaku mendapat dukungan dari daerah untuk maju di pemilihan ketua umum. Dukungan tersebut muncul karena banyak kader Golkar yang kecewa karena tidak diakomodasi oleh Airlangga Hartarto di parlemen. 

Terkait itu, Lodewijk mengatakan, wajar Airlangga tidak bisa mengakomodasi keinginan semua kader Golkar untuk menduduki jabatan pemimpin di komisi-komisi dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Pasalnya, kuota yang diberikan untuk Golkar juga terbatas. 

"Namanya kursi. Kita kan hanya dapat 12 pimpinan dengan 3 ketua. Tentunya enggak bisa terakomodir semua. Kalau cerita pengin semuanya diakomodir, ya enggak bisalah," tutur Lodewijk.

Wakil Sekretaris Jenderal Golkar Christina Ariyani mengatakan, tak ada aturan yang melarang bagi kader Golkar yang maju sebagai kandidat ketua umum di Munas Golkar nanti. Namun demikian, ia menyayangkan keinginan Bamsoet untuk tetap maju. 

Pasalnya, menurut Christina, sudah ada kesepakatan antara Bamsoet dan Airlangga sebelumnya dengan jaminan kursi Ketua MPR. "Memang kekuasan itu adiktif, ya," ujar Christina. 

Sponsored

Diakui dia, memang tidak ada kesepakatan tertulis antara Bamoset dan Airlangga. Namun demikian, sulit dimungkiri kursi Ketua MPR yang diduduki Bamsoet saat ini tak lepas dari instruksi Airlangga.

"Kenapa 85 orang (anggota) DPR dari Golkar diperintahkan (Airlangga) untuk tidak pergi ke mana-mana? Beberapa kali kami diinapkan di Hotel Shangri-la. Kalau ada voting di MPR, kami suara penuh. Itu kan ada sesuatu," ujar dia.