sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kesuksesan Asian Games 2018 untungkan Jokowi-Maruf Amin

Elektabilitas Jokowi meningkat setelah penyelenggaraan Asian Games 2018.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Kamis, 27 Sep 2018 17:33 WIB
Kesuksesan Asian Games 2018 untungkan Jokowi-Maruf Amin

Sukses penyelenggaraan Asian Games 2018 berdampak positif bagi pasangan nomor urut 01 di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, Joko Widodo-Maruf Amin. Sebab elektabilitas Jokowi menunjukkan peningkatan usai penyelenggaraan pesta olahraga terbesar di Asia.

Hal tersebut terungkap dalam hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, yang dilakukan pada 14-22 September 2018.

Jokowi dianggap sebagai figur yang paling berperan di balik kesuksesan Asian Games 2018. Jokowi memperoleh persentase sebesar 44,3 %, mengungguli Erick Thohir sebagai Ketua panitia pelaksana Asian Games 2018, dan Kapolri Tito Karnavian.

"Ketika ditanyakan siapakah tokoh yang paling berperan dalam kesuksesan penyelenggaraan Asian Games 2018, paling tinggi 44,3% menyatakan Joko Widodo, peringkat kedua Erick Thohir sebesar 20,0%, kemudian Tito Karnavian sebesar 9,1%," ucap peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta, Kamis(27/9).

Menurutnya, data tersebut menunjukkan tren positif bagi Jokowi. Dilihat dari arah dukungan, publik semakin mendukung Jokowi untuk menjadi Presiden di 2019 mendatang setelah melihat penyelenggaraan Asian Games 2018.

"Yang menyatakan lebih mendukung sebesar 36,4%, yang menyatakan tidak lebih mendukung hanya 2,1%, sama saja sebesar 41,8% dan menjawab tak tahu sebesar 19,7%," paparnya.

Torehan prestasi Indonesia di Asian Games, juga dipandang sebagai salah satu keberhasilan Jokowi. Indonesia menempati posisi keempat, dengan dengan raihan 31 medali emas, 24 perak, dan 43 perunggu.

"Itu torehan tertinggi dalam sejarah Asian Games," ujarn Ardian.

Sponsored

Survei ini dihimpun dari tanggal 14 hingga 22 September 2018 dengan melibatkan 1200 responden yang tersebar di seluruh Indonesia. Metode yang dilakukan dengan tatap muka langsung, dengan margin of error sebesar lebih kurang 2,9%.