sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Ketum PKB Muhaimin Iskandar siap relakan kursi Ketua MPR

Pembahasan penetapan kursi MPR masih akan terus diformulasikan sampai akhir September 2019.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Jumat, 02 Agst 2019 18:05 WIB
Ketum PKB Muhaimin Iskandar siap relakan kursi Ketua MPR

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, siap merelakan kursi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk periode 2019 sampai 2024. Namun demikian, calon Ketua MPR tersebut haruslah lebih baik dari dirinya.

“Kalau ada yang lebih baik dari saya, ya monggo. Tapi kalau lebih baik saya, kenapa bukan saya kan begitu. Namun, sampai saat ini belum ada keputusan karena kuncinya dibahas bersama-sama dan dicari yang terbaik di antara koalisi,” kata pria yang biasa disapa Cak Imin itu saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Jumat, (2/8).

Adapun kabar yang beredar soal Golkar disebut sudah ditunjuk menduduki kursi Ketua MPR, Cak Imin buru-buru menepisnya. Menurutnya, sampai saat ini partai-partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) belum memutuskan posisi Ketua MPR.

Cak Imin mengatakan, saat ini partai koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin masih terus mendiskusikan soal paket pimpinan kursi MPR. Menurut dia, pembahasan penetapan kursi MPR masih akan terus diformulasikan sampai akhir September 2019. 

“(KIK) sepakat untuk bicara bersama-sama. Tapi, belum sepakat untuk formula dan strukturnya," ujar Cak Imin.

Cak Imin tak menampik beberapa partai pendukung Jokowi-Ma’ruf sudah menyampaikan keinginannya untuk mengisi Ketua MPR. Selain Golkar, ada juga PDI Perjuangan. Namun demikian, ia optimistis kursi pimpinan Ketua MPR lebih cocok ditempati oleh dirinya. 

“Pada paket kursi pimpinan MPR ini, PDIP juga dipastikan masuk ke dalam paket kursi MPR,” kata Cak Imin.

Menurut Cak Imin, penetapan kursi pimpinan MPR harus dilakukan secara musyawarah sampai tuntas bersama partai politik yang tergabung dalam koalisi. "Ini saya harapkan di koalisi harus dimusyawarahkan tuntas. Baru kita bawa ke MPR. Kalau koalisi tak tuntas bisa repot nanti," katanya. 

Sponsored

Adapun PKB, kata Cak Imin, sudah mulai melalukan pendakatan kepada Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Namun Cak Imin enggan merinci sosok yang sudah dipinang PKB. "Sedang mulai. Rahasia (siapa orangnya). Nanti kalau dilobi (partai lain) gimana?," kata Cak Imin.