sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Loyalis Anas ini mundur sebagai pengurus Partai Demokrat

Dia mengaku, mundur dari Demokrat lantaran ingin merealisasikan ide dan gagasan politiknya agar bisa lebih bermanfaat.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Senin, 10 Jan 2022 12:52 WIB
Loyalis Anas ini mundur sebagai pengurus Partai Demokrat

Seorang pengurus DPP Partai Demokrat, Irvan Ghani, mengundurkan diri sebagai fungsionaris sekaligus kader partai berlambang bintang mercy. Pengunduran dirinya ditandai dengan sebuah surat tertanggal 9 Januari 2022.

"Dengan ini menyatakan mundur dari keanggotaan Partai Demokrat dan pengurus DPP Partai Demokrat," tulis Irvan dalam surat pengunduran dirinya, sebagaimana dikutip Alinea.id, Senin (10/1).

Saat dihubungi, Irvan membenarkan hal tersebut. Dia mengaku, mundur dari Demokrat lantaran ingin merealisasikan ide dan gagasan politiknya agar bisa lebih bermanfaat.

"Mau memaksimalkan diri agar bisa merealisasikan ide gagasan program politik yang bermanfaat bagi kader maupun negara dan bisa dievaluasi secara nyata," paparnya.

Menurut Irvan, banyak suka dan duka yang dirasakannya selama berkarier di partai besutan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), itu. Dia pun berharap, langkahnya ini tak membuat silaturahmi dengan para kader dan pengurus Demokrat dalam terputus.

"Saya berdoa, semoga Partai Demokrat semakin berkembang dan maju," ujar dia.

Mantan Sekretaris DPD Partai Demokrat DKI Jakarta yang juga loyalis Anas Urbaningrum ini membantah jika keluar untuk bergabung dengan rekan-rekannya mantan kader Demokrat ke Partai Kebangkitan Nusantara (PKN). "Enggak," jawabnya singkat.

PKN didirikan sejumlah mantan kader Demokrat dan Partai Hanura, yang merupakan loyalis Anas. Partai yang dikomandoi Gede Pasek Suardika ini dibentuk pada akhir 2021.

Sponsored

Meskipun demikian, dirinya mengakui, mengambil suatu pilihan dalam politik bukan hal tabu. Alasannya, politik selalu berjalan dinamis.

"Berpolitik adalah bagaimana menjalankan ide dan gagasan politik secara maksimal. Jika itu tidak bisa berjalan, maka perlu ladang pengabdian baru dilakukan. Dan di sisi lain, perlu diberikan kesempatan yang lain untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan," pungkas Irvan.

Berita Lainnya
×
tekid