sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PAN masuk koalisi Jokowi, jatah menteri PDIP bakal digeser

Dia memprediksi, politikus PAN akan mendapat jatah satu kursi menteri dan satu kursi wakil menteri.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Jumat, 27 Agst 2021 18:43 WIB
PAN masuk koalisi Jokowi, jatah menteri PDIP bakal digeser

Peta politik nasional berubah setelah PAN masuk partai koalisi Indonesia Maju. Isu reshuflle atau perombakan kabinet pun menguat. 

Hal tersebut ditengarai setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang para ketua umum dan sekretaris jenderal partai pendukung pemerintah ke Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (25/8). Dalam pertemuan itu Jokowi mengundang Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Sekretaris Jenderal PAN Edy Soeparno.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies, Jerry Masie, memprediksi, bergabungnnya PAN maka otomatis ada kader mereka di pemerintahan. Menurutnya, bisa saja satu atau dua kader partai berlambang matahari itu masuk kabinet.

"Paling di antara partai akan ada yang diganti menterinya. Saya lihat antara Zulhas (Ketua Umum Zulkifli Hasan) atau Hatta Rajasa yang bisa masuk kabinet," kata Jerry kepada Alinea.id, Jumat (27/8).

Jerry menyatakan, sebenarnya tidak masalah jika politikus PAN masuk kabinet. Yang penting, kata dia, mereka duduk di posisi yang tepat atau right man, bukan orang yang salah (wrong man). 

Dia memprediksi, politikus PAN akan mendapat jatah satu kursi menteri dan satu kursi wakil menteri.

"Berarti PPP harus ditambah satu lagi biar adil. Bisa Arsul Sani atau Sekjen (Sekretaris Jenderal) PPP Arwani Thomafi yang masuk kabinet," ungkapnya.

Jika Zulhas masuk kabinet, lanjut Jerry, posisinya bisa diplot ke Menteri Koperasi, Menteri Sosial, Menpan RB atau Menteri Kominfo. "Tinggal racikan Jokowi seperti apa? Waktu lalu, kader PAN di Menpan-RB bisa saja dikembalikan dan Tjahjo Kumolo ditarik di kementerian lain. Atau bisa saja Menteri Kehutanan," bebernya.

Sponsored

Di sisi lain, tambah Jerry, bergabungnya PAN juga bisa membuat salah satu menteri dari PDIP atau NasDem didepak. Sementara Golkar, kata Jerry, tidak mungkin di-reshuflle oleh Jokowi.

Sementara PAN, kalau Jokowi tidak memberi jatah, maka bisa saja partai itu ngambek dan tak aktif di pemerintahan. "Saya kira dengan kehadiran Zulhas dengan koalisi pemerintah maka otomatis akan akan jatah bagi mereka," pungkas Jerry.

Berita Lainnya