close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Peserta Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) dari sejumlah daerah turun dari bus di Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (09/2/2020). Foto Antara/Jojon
icon caption
Peserta Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) dari sejumlah daerah turun dari bus di Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (09/2/2020). Foto Antara/Jojon
Politik
Senin, 10 Februari 2020 15:51

Kongres PAN ricuh: Sebut curang, kubu Mulfachri minta Zulhas digugurkan

Kubu Mulfacri menilai pendukung Zulhas curang karena melakukan pendaftaran di luar waktu yang ditentukan.
swipe

Kongres V PAN yang berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara, ricuh. Hal ini lantaran kubu pendukung calon ketua umum Mulfachri Harahap menilai kubu Zulkifli Hasan melakukan kecurangan, dengan mendaftarkan diri melewati tenggat waktu yang ditetapkan steering commitee (SC) dan organizing committee (OC).

"Kami merasa caketum dalam hal ini tim Zulhas, banyak melakukan hal tidak sesuai Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (ADRT), termasuk keputusan SC, karena SC yang membuat aturan kongres sebelum pelaksanaan Kongres," kata Ketua koordinator tim Mulfachri, Muhammad Asri Anas di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (10/2).

Aturan yang dia maksud terkait pendaftaran caketum yang ditetapkan berlangsung di lokasi kongres di Kendari, atau di DPP PAN di Jakarta Pukul 08.00 Wita sampai dengan 17.00 WITA pada tanggal 10 Februari 2020. Sementara pendaftaran peserta kongres, dilakukan di Kendari hari ini sampai dengan pukul 12.00 WITA. Pendaftaran peserta juga mensyaratkan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Tanda Anggota.

Pendukung Mulfachri sempat mengamuk karena panitia masih membuka pendaftaran peserta kongres hingga pukul 14.30 WITA. Selain berteriak meminta pendaftaran ditutup, mereka juga melempar bangku yang ada di depan meja registrasi di lantai dua Hotel Claro.

Anas menekankan, pihak Zulkifli Hasan tidak mengikuti aturan sehingga pencalonan politikus yang kerap disapa Zulhas itu harus dibatalkan. Bahkan Anas mendesak kongres dibatalkan karena pelaksanaannya tak sesuai prosedur.

"Caketum yang tidak mendaftarkan sesuai keputusan SC, maka harus digugurkan," katanya.

Anas juga mengaku pihak panitia mengatakan para pendukung Zulhas telah melakukan pendaftaran pada Minggu (9/2). Padahal hal tersebut juga seharusnya tak bisa dilakukan karena tak sesuai aturan. 

"Kan gila namanya. Pesertanya tidak mendaftar, katanya mendaftar di Makassar. ID card-nya sudah diambil semua. Padahal mereka belum berada di Kendari. Dalam keputusan, pendaftaran peserta tidak bisa diwakili," kata Anas.

Anas juga mempersoalkan ketua panitia lokal yakni Abdurahman Shaleh selaku Ketua DPW PAN Sulawesi Tenggara dan Ketua OC Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, yang tidak ada di lokasi kongres. Keduanya diketahui berada di Makassar, mengikuti konsolidasi yang dilakukan calon petahana Zulhas. 

"Padahal mereka adalah ketua panitia dan penanggungjawab acara ini," kata Anas. 

Zulhas diketahui bertandang ke Makassar melakukan konsolidasi dengan para pendukungnya, sebelum menuju arena Kongres V PAN di Kendari. Zul dikabarkan menyewa pesawat untuk memboyong para pendukungnya ke Kendari.

Dalam foto yang beredar di dunia maya, tampak Ketua DPD PAN DKI Jakarta Eko Patrio berada di antara para kader PAN pendukung Zulhas di pesawat tersebut.

img
Gema Trisna Yudha
Reporter
img
Gema Trisna Yudha
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan