sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pengamat soal konflik internal PKB: Cak Imin sowan dulu ke para kiai

Hubungan Cak Imin dan Yenny Wahid sempat memanas dengan saling menyindir di media sosial Twitter.

Gempita Surya
Gempita Surya Senin, 27 Jun 2022 21:35 WIB
 Pengamat soal konflik internal PKB: Cak Imin sowan dulu ke para kiai

Dinamika politik Indonesia sempat diwarnai perseteruan antara Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dan Yenny Wahid. Kedua tokoh ini diketahui sempat saling melempar sindiran melalui akun Twitter masing-masing.

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Ray Rangkuti menilai, ketegangan di antara kedua pihak ini bisa jadi dipicu hubungan yang kurang dekat antara Cak Imin dengan kubu Nahdlatul Ulama (NU) kultural, yang sebagian besar adalah Gusdurian.

"Yang pegang NU sekarang adalah para Gusdurian. Sayangnya, Cak Imin alih-alih mendekat, malah dia membuat langkah-langkah yang justru makin menimbulkan reaksi negatif di kalangan NU kultural," kata Ray saat dihubungi Alinea.id, Senin (27/6).

Langkah politik Cak Imin yang jadi sorotan, kata Ray, di antaranya adalah soal koalisi dan keinginan untuk maju sebagai calon presiden. Padahal, menurut Ray, apa yang dilakukan Cak Imin berseberangan dengan tradisi di NU.

"Cak Imin belum apa-apa udah wara wiri soal capres, koalisi, padahal tradisi di NU itu ya sowan dulu ke para kiai. Jangankan Cak Imin, Gus Dur aja juga begitu dulu," ujarnya.

Ray juga menyoroti sikap ofensif Cak Imin terhadap kritik yang dilontarkan kepadanya soal kepemimpinan PKB. Ia melihat hal ini sebagai pertarungan ego yang seharusnya bisa dikelola dengan baik, khususnya oleh Cak Imin sebagai ketua umum partai.

"Kenapa Cak Imin memperkokoh egonya dalam situasi seperti sekarang? Mestinya ya beliau datangin aja (ke NU), sowan (ke kiai), ya gitu itulah politikus," terang Ray.

Ray menilai, situasi internal PKB yang menghangat ini dapat menjadi pertimbangan bagi partai politik lain yang hendak berkoalisi. Meskipun, menurutnya, perihal keuntungan politik jadi pertimbangan yang dilihat untuk mengambil arah koalisi.

Sponsored

"Partai-partai lain akan melihat, apa kira-kira keuntungan politik yang bisa diambil bilamana berkoalisi dengan Cak Imin. Posisi Cak Imin yang seolah-olah sedang hangat-hangatnya berseteru dengan NU kultural itu, bisa saja jadi pertimbangan politik bagi yang lain untuk apakah akan berkoalisi dengan PKB atau tidak," jelasnya.

Ray menambahkan, situasi ini cenderung menguntungkan NU. Sebab, jika jaringan NU menyebar ke seluruh partai politik, posisi ini justru memperkuat NU. Untuk itu, menurut Ray, Cak Imin dan PKB perlu mendekat dan mengikat diri dengan NU.

"Caranya ya itu, sowan dong. Cak Imin sowan ke PBNU, sowan ke Mbak Yenny, jangan justru diladeni. Kemudian periksa dulu lah pendapat para kiai, itu arah koalisinya seperti apa, capres yang tepat diusung seperti apa," pungkas Ray.

Sebelumnya diberitakan, hubungan Cak Imin dan Yenny Wahid sempat memanas dengan saling menyindir di media sosial Twitter. Cak Imin menilai Yenny Wahid yang mencampuri urusan internal PKB.

"Yenny itu bukan PKB, bikin partai sendiri aja gagal lolos, beberapa kali Pemilu nyerang PKB enggak ngaruh, PKB malah naik terus suaranya, jadi ngapain ikut-ikut ngatur PKB, hidupin aja partaimu yang gagal itu. PKB sudah aman nyaman kok," ujar Cak Imin melalui Twitter resminya Kamis (23/6).

Sebaliknya, menurut Yenny, Cak Imin seharusnya tidak baper dengan pernyataan dirinya. Yenny mengatakan, dirinya merupakan kader PKB, namun bukan PKB pimpinan Cak Imin.

"Inggih Cak. Tapi ndak usah baper to, Cak. Memang benar, saya bukan PKB Cak Imin. Saya kan PKB Gus Dur," balas Yenny dalam cuitan akun media sosial Twitter pribadinya.

Yenny sendiri memang sempat menjadi Sekjen PKB pada periode 2005-2010. Namun, ia tersingkirkan melalui hasil musyawarah PKB pada April 2008.

Oleh karena itu, Yenny menegaskan, Cak Imin belum tentu bisa membuat partai seperti PKB. Karena sejak awal, Cak Imin disebut merebut kepemimpinan PKB.

"Cak Imin juga belum tentu lho bisa bikin partai sendiri, kan bisanya mengambil partai punya orang lain. Peace, Cak," ucap Yenny.

PKB PKB
Berita Lainnya
×
tekid