close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Plt. Ketua Umum DPP PPP, Muhamad Mardiono. Dokumentasi PPP
icon caption
Plt. Ketua Umum DPP PPP, Muhamad Mardiono. Dokumentasi PPP
Politik
Senin, 13 Maret 2023 19:18

Plt Ketum PPP bantah KIB tunggu PDIP umumkan capres

Menurut Mardiono, KIB, juga terus berkomunikasi dengan para tokoh bangsa termasuk dengan Yusril Ihza Mahendra.
swipe

Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono membantah jika Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) masih menunggu PDI Perjuangan (PDIP) dalam menentukan pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) di Pilpres 2024. Menurut dia, KIB sangat berhati-hati dalam menentukan pasangan capres-cawapres yang nanti akan melanjutkan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

"Kita tidak tergantung pada satu partai politik tapi kita memang ingin berhati-hati dalam memutuskan hal terbaik untuk rakyat Indonesia," kata Mardiono usai menerima kunjungan Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra dan jajarannya di kantor PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/3).

Menurut Mardiono, kunjungan PBB hari ini juga bertujuan untuk mendiskusikan sosok yang terbaik untuk diusung di Pilpres 2024.

"Jadi kami secara intens selalu mendiskusikan dengan tokoh-tokoh yang kita anggap sebagai tokoh yang layak untuk memimpin Indonesia lima tahun ke depan, di samping juga kita memadukan ide dan gagasan dari ketiga partai ini (KIB)," ujar dia.

Menurut Mardiono, KIB, juga terus berkomunikasi dengan para tokoh bangsa termasuk dengan Yusril Ihza Mahendra mengenai calon pemimpin Indonesia ke depannya. Ia mengaku pertemuan dengan para tokoh akan memperkaya diskusi dalam KIB nantinya.

"Sekali lagi kami sangat berhati-hati untuk tidak terburu-buru tapi ini tidak boleh lama lagi karena ini waktu tinggal 6 bulan lagi (sebelum pendaftaran pasangan capres-cawapres)," jelas Mardiono.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengatakan semua partai politik (parpol) masih menunggu keputusan Ketua Umum PDIP terkait pencalonan capres-cawapres yang akan diusung di Pilpres 2024. Pangkalnya, sampai saat ini belum satu pun parpol atau koalisi yang berani mengumumkan pasangan calon (paslon).

"Kita dengan sabar menanti, seperti apa keputusan yang akan beliau (Megawati) ambil," ujar Yusril, Senin.

Menurut Yusril, koalisi yang terbentuk saat ini masih cair dan masih dalam tahap penjajakan. Demikian pula sejumlah nama yang diisukan bakal maju di Pilpres 2024.
Di antaranya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kendati demikian, tegas Yusril, tidak ada satu pun koalisi yang berani mengumumkan paslon presiden dan wakil presiden secara lengkap.

Diketahui, dari sejumlah koalisi yang sudah terbentuk, hanya Koalisi Perubahan (gabungan Partai NasDem, Partai Demokrat dan PKS) yang sudah mengusung Anies Baswedan. Namun demikian, koalisi tiga parpol ini belum mengantongi cawapres.

"Calon-calonnya sudah ada. Sebut nama Pak Ganjar, Pak Anies, Pak Prabowo. Tapi berani memutuskan paslon, sampai sekarang belum satupun partai yang berani. Kayaknya masih menunggu apa arah PIDP," tutur pakar hukum tata negara ini.

Yusril menambahkan, begitu PDIP sudah menetapkan dan mengumumkan pasangan calon, maka otomatis semua parpol dan koalisi mengikuti.

"Saya kira kalau PDIP sudah memutuskan sikap, otomatis akan terbentuk, ada berapa koalisi dalam pencalonan presiden. Sebab segala sesuatunya tergantung kepada PDIP dan PDIP tergantung ke Bu Mega sebenarnya," tandas Yusril.

img
Marselinus Gual
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan