sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Sandiaga bongkar hubungan dengan Prabowo usai Pilpres

Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno merupakan pasangan capres-cawapres yang kalah pada Pilpres 2019.

Sukirno
Sukirno Minggu, 22 Sep 2019 06:12 WIB
Sandiaga bongkar hubungan dengan Prabowo usai Pilpres

Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno merupakan pasangan capres-cawapres yang kalah pada Pilpres 2019.

Calon wakil presiden di Pemilihan Presiden 2019, Sandiaga Uno mengaku masih nyaman menjalin pembicaraan politik dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Kemarin ketemu sama Pak Prabowo. Pembicaraan ini akan terus dan saya nyaman dengan pembicaraan Pak Prabowo," ujar Sandiaga saat acara pembagian ambulans gratis di Kebon Jeruk Jakarta Barat, Sabtu (21/9).

Dalam pembicaraan itu, kata Sandiaga, Prabowo ingin terus berada di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap ke depannya akan bersinergi dengan arah politik tersebut.

"Harapannya, kita tetap bersinergi terus. Saya insha Allah tetap bersama masyarakat," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017-2018 itu.

Kendati sedang jeda berpolitik, banyak yang menduga dalam beberapa bulan ke depan, Sandiaga akan kembali terjun ke dunia politik. Sandiaga mengaku tak memungkiri ada kemungkinan itu.

Sebelumnya, politisi Partai Gerindra, Desmond Mahesa, telah mengikhlaskan Sandiaga Uno jika mau bergabung ke partai lainnya.

Sandiaga Uno sendiri dikabarkan pasca-Pilpres 2019 telah mendekati sejumlah partai politik di antaranya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Amanat Nasional (PAN). Namun, ia mengaku belum memutuskan.

Sponsored

"Dalam beberapa bulan ke depan, kita putuskan bersama," ujar Sandiaga.

Dukung KPK baru

Sementara itu, Sandi menyatakan dirinya mendukung pimpinan baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memperkuat institusi antirasuah tersebut.

"Yang sudah terpilih, kita bantu mereka untuk memperkuat KPK guna menghadirkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi," ujar pemilik Grup Saratoga itu.

Sandiaga meminta institusi negara, juga elemen masyarakat untuk bersatu dan mendukung KPK agar lebih diperkuat, mengingat masih bergulirnya polemik revisi UU KPK.

"Kita bersatu dan support, bantu KPK untuk benar-benar diperkuat sehingga agenda antikorupsi ini bisa berlanjut dengan baik ke depan," ujarnya.

Sebelumnya, massa dari Masyarakat Peduli Demokrasi (MPD) dan Srikandi Milenial membentangkan bendera Merah Putih raksasa untuk mendukung Presiden Joko Widodo segera melantik pimpinan baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023, agar segera bekerja maksimal menangani kasus tindak pidana korupsi.

Komisi III DPR RI menyepakati Firli Bahuri menjadi Ketua KPK periode 2019-2023, setelah melakukan rapat antar-ketua kelompok fraksi di Komisi III DPR belum lama ini.

Sementara itu empat Wakil Ketua KPK adalah Nawawi Pamolango, Lili Pintouli Siregar, Nurul Ghufron, dan Alexander Marwata. (Ant)

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Hari ini kita semua bergerak untuk melakukan kegiatan pengumpulan sampah dalam rangka memeriahkan “HARI BERSIH INDONESIA” yang bertepatan juga dengan “WORLD CLEAN UP DAY”. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan serentak di 34 provinsi di Indonesia serta 157 negara. Target relawannya se-dunia di tahun 2019 adalah 13 juta orang. Tahun ini seluruh Indonesia secara serentak melakukan hal yang sama. Para relawan datang dari berbagai latar belakang, dari para pegiat lingkungan, korporasi, komunitas, pemerintah, pendidikan, non profit organization hingga teman-teman media. Kita semua harus berbangga bahwa kita menjadi bagian dari gerakan ini untuk melakukan perubahan positif agar masyarakat Indonesia lebih bijak dalam menyikapi sampah disekitar kita. Mari bersama-sama kita jadikan Indonesia tercinta lebih bersih dan tentunya menjadi tempat yang nyaman bagi generasi penerus kita.

A post shared by Sandiaga Salahuddin Uno (@sandiuno) on