close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Rilis survei preferensi publik atas calon kepala daerah Jawa Timur oleh Charta Politika Indonesia, Rabu (21/3). (Robi/Alinea)
icon caption
Rilis survei preferensi publik atas calon kepala daerah Jawa Timur oleh Charta Politika Indonesia, Rabu (21/3). (Robi/Alinea)
Politik
Kamis, 22 Maret 2018 12:13

Survei Charta Politika, elektabilitas Khofifah-Emil merosot

Elektabilitas pasangan Khofifah dan Emil Dardak dikabarkan merosot pada Maret lalu. Mereka disalip rival terberatnya, Gus Ipul-Puti.
swipe

Hasil survei Charta Politika Indonesia mengenai pilkada Jawa Timur yang dirilis Rabu (21/3) menunjukkan penurunan elektabilitas paslon Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak. Pada Januari, elektabilitasnya masih berkisar di angka 41,5%, namun pada Maret 2018 terjun ke angka 38,1%. Sementara elektabilitas pesaing mereka, paslon Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno pada Januari sebesar 42,6% sedang Maret meningkat jadi 44,8%.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya menjelaskan, dalam pertanyaan sepesifik mengenai calon gubernur yang dipilih dalam hajatan pilkada Jawa Timur, mayoritas responden mengaku pilih Gus Ipul. Paslon tersebut menuai suara 44,8%, sedang Khofifah-Indar hanya mengantongi 38,1%. Sisanya sebanyak 17,1% responden masih menjadi swing voters.

Jika dilihat secara geografis dan kultural, secara umum paslon Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno unggul di empat wilayah yaitu Arek 46,1%, Tapal Kuda 42,5%, Mataraman 45,8%, dan Madura 43,9%. Sedangkan pasangan Khofifah-Emil unggul di wilayah Mataram Pesisir sekitar 50,8%.

Naiknya elektabilitas Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno tak lepas dari pemilih fanatik Jokowi yang kompak melabuhkan suara pada pasangan itu. Hasil survei menunjukkan pemilih pasangan tersebut berjumlah 51,3%. Sementara kubu pendukung Prabowo mengalami pembelahan suara pada dua paslon.

Mengacu pada popularitas calon gubernur (cagub), Khofifah dan Gus Ipul terkunci rapat. Politisi PKB tersebut sudah mencapai titik tertinggi popularitas sebesar 92,9%, sedangkan Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul dikenal oleh 91,7% responden.

“Angka ini sudah mentok dan sulit untuk diapa-apakan lagi, jadi kalau hanya memasang atribut kampanye, sebenarnya buang-buang duit, karena sudah mentok,” katanya.

Sementara di kursi cawagub, tingkat popularitas Emil dan Puti sama-sama masih sangat rendah, di bawah 50%. Menurut Yunarto, ini menjadi pekerjaan rumah bagi mereka untuk meningkatkan popularitas di kalangan warga Jawa Timur.

Survei yang dilaksanakan pada 3-8 Maret 2018 itu juga menyimpulkan, kepuasan kerja terhadap pemimpin inkumben Soekarwo-Saifullah Yusuf sebesar 79,7%. Andai inkumben berlaga kembali, kecenderungan untuk menuai kepuasan publik melesat hampir 80%.

“Bahkan daerah-daerah lain seperti di Jawa Barat tidak lebih dari 70%, Sumatera Barat tidak pernah mencapai 70%, di Sumatera Utara pun begitu. Apresiasi masyarakat terhadap Pakde Karwo sangat tinggi, artinya kalau Pakde kembali maju, selesai sudah pertarungan,” katanya.

Pertanyaannya, di antara dua paslon, siapa yang akan didukung Pakde Karwo? Sementara klaim keberhasilan itu susul-menyusul disuarakan oleh masing-masing paslon. Gus Ipul notabene adalah wakil Soekarwo selama dua periode sehingga memiliki kedekatan dengan Soekarwo. Sementara di atas kertas rupanya Pakde Karwo adalah pendukung Khofifah, sebab ia menjabat Ketua DPW Demokrat Jawa Timur.

Survei Charta Politika Indonesia dilakukan dengan metode wawancara tatap muka secara langsung. Adapun jumlah sampel yang diambil sebanyak 1.200 responden, yang tersebar di 38 kabupaten dan kota, dengan menggunakan metode acak bertingkat. Survei ini memiliki margin of error ± 2,8% pada tingkat kepercayaan 95%.

img
Robi Ardianto
Reporter
img
Purnama Ayu Rizky
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan