sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Survei LSI: Belum ada capres premium, Prabowo tertinggi

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, terpilih menjadi presiden bila pilpres digelar hari ini.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Kamis, 17 Jun 2021 17:01 WIB
Survei LSI: Belum ada capres premium, Prabowo tertinggi

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyatakan saat ini belum ada calon presiden premium. Terminologi premium ini untuk capres yang elektabilitasnya 25% ke atas. Meski demikian, hasil survei nasional LSI menempatkan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, terpilih menjadi presiden apabila pemilihan dilakukan hari ini.

Survei LSI yang digelar pada 27 Mei-4 Juni 2021 itu memunculkan sembilan nama, sebagian besar diperbincangkan masyarakat. "Bila pemilihan presiden diadakan sekarang, dari simulasi sembilan nama ini terlihat bahwa per hari ini capres veteran Pak Prabowo Subianto karena dua kali jadi Capres, saat ini memiliki elektabilitas yang paling tinggi, di angka 23,5%," kata peneliti LSI Denny JA Adjie Al Farabi dalam rilis hasil survei LSI, Kamis (17/6).

Di bawah Prabowo, ada nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di urutan kedua, dengan elektabilitas 15,5%. Disusul Gubernur Jakarta Anies Baswedan yang meraih elektabilitas 13,8%, Sandiaga Uno 7,6%, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY 3,8%, Ketua DPR Puan Maharani 2%, Menteri BUMN Erick Thohir 1,9% dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko 0,1%.

"Tidak menjawab atau tidak tahu sebesar 26,5%," ujar Adjie.

Kendati demikian, Adjie mengatakan belum ada capres premium atau dominan sejauh ini. Dari sembilan nama di atas, belum satupun kandidat yang mencapai titik elektabilitas yang aman yakni 25%.

Adjie  menjelaskan, titik aman seorang capres dalam Pilpres 2024 wajib menyentuh angka elektabilitas 25%. Alasannya, dia menduga paling banyak akan ada empat capres yang bertarung pada Pilpres 2024.

"Harus 25% karena secara matematis kemungkinan paling banyak capres empat pasang pada 2024 berarti (25%) itu seperempatnya," pungkas Adjie.

Survei LSI Denny JA  menggunakan metode multistage random sampling. Total responden sebanyak 1.200 orang di 34 Provinsi se-Indonesia melalui wawancara tatap muka, dengan margin of error sekitar 2,9%.

Sponsored
Berita Lainnya