Bisnis

Insentif mobil listrik dinilai belum tepat, pengamat minta evaluasi

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mendorong insentif kendaraan listrik lebih tepat sasaran. Ia meminta pemerintah memprioritaskan daerah penghasil nikel, wilayah terpencil, dan daerah yang mengembangkan transportasi publik berbasis listrik agar manfaat ekonomi dan mobilitas lebih dirasakan masyarakat.

Jumat, 29 Mei 2026 17:15

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, mendorong pemerintah agar program insentif kendaraan listrik dibuat lebih berkeadilan dan tepat sasaran.

Menurut Djoko, kebijakan insentif kendaraan listrik sebaiknya tidak hanya berfokus pada masyarakat perkotaan. Tetapi juga diarahkan untuk membantu wilayah yang benar-benar membutuhkan, terutama daerah penghasil nikel dan wilayah terpencil yang mengalami kesulitan energi.

“Diperlukan program insentif kendaraan listrik yang berkeadilan dan lebih tetap sasaran agar kemanfaatan dapat dirasakan masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Djoko.

Hal itu disampaikan menyusul keputusan pemerintah menunda pengumuman insentif kendaraan listrik selama satu bulan karena masih menunggu finalisasi skema dan perhitungan fiskal.

Djoko mengatakan pemberian insentif sebaiknya diprioritaskan untuk daerah yang berkomitmen mengembangkan transportasi umum berbasis kendaraan listrik. Menurutnya, langkah tersebut dapat memperkuat ekosistem transportasi publik sekaligus mendorong pemerintah daerah lain ikut berbenah.

Haidhar Ali Faqih Reporter
sat Editor

Tag Terkait

Berita Terkait