close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
ilustrasi mendengarkan lagu. foto, Pinterest/alex
icon caption
ilustrasi mendengarkan lagu. foto, Pinterest/alex
Sosial dan Gaya Hidup
Sabtu, 08 Agustus 2026 08:25

Lagu terus terngiang di kepala? kenali fenomena earworm dan penyebabnya

Earworm membuat lagu terus terngiang di kepala tanpa disadari. Ketahui penyebab, siapa yang rentan, dan cara mengatasinya.
swipe

Lagu yang terus terngiang di kepala sering kali muncul tanpa disadari. Bahkan, hanya dengan mendengar satu kata, melihat suatu gambar, atau mengingat sebuah momen, potongan lagu tertentu bisa terus berputar di pikiran selama berjam-jam.

Kondisi tersebut dikenal sebagai earworm, yaitu fenomena ketika lagu atau melodi terus terulang di dalam kepala meski musiknya sudah lama berhenti. Penelitian menunjukkan hampir 90 persen orang mengalami earworm setidaknya sekali dalam seminggu.

Lantas, mengapa lagu bisa terus terngiang di kepala? Berikut penjelasannya, dilansir dari Cleveland Clinic, Jumat (7/8).

Apa itu earworm?

Earworm adalah istilah untuk menggambarkan lagu yang terus berulang di dalam pikiran tanpa disengaja. Istilah ini berasal dari bahasa Jerman, ohrwurm, yang sejak lama digunakan untuk menggambarkan fenomena tersebut.

Dalam dunia medis dan psikologi, kondisi ini dikenal sebagai involuntary musical imagery (INMI), yaitu bayangan musik yang muncul secara tidak disengaja. Ada pula istilah lain seperti stuck song syndrome, musical imagery repetition, dan tune wedgies.

Dilansir dari Cleveland Clinic, earworm umumnya bukan berupa satu lagu utuh, melainkan hanya potongan lagu selama sekitar 15–30 detik. Biasanya, bagian yang terus terngiang adalah reff atau hook yang paling mudah diingat.

Mengapa lagu bisa terus terngiang di kepala?

Fenomena earworm berkaitan dengan cara otak menyimpan dan memproses informasi, khususnya melalui mekanisme yang disebut phonological loop.

Phonological loop menghubungkan korteks auditori, yaitu bagian otak yang memproses suara, dengan area lain yang berperan dalam memori dan emosi. Hubungan tersebut membuat lagu tertentu mudah dikaitkan dengan pengalaman atau perasaan seseorang.

Pemicunya pun bisa sangat sederhana, misalnya mendengar satu kata tertentu, sebuah bunyi, melihat gambar, mencium aroma, atau bahkan mencicipi makanan yang mengingatkan pada suatu momen. Namun, tidak selalu mudah mengetahui apa yang sebenarnya memicu munculnya earworm.

Lagu seperti apa yang mudah menjadi earworm?

Tidak semua lagu mudah tersangkut di kepala. Menurut para peneliti, lagu yang paling sering menjadi earworm umumnya memiliki beberapa karakteristik.

Pertama, lagu memiliki pola yang berulang sehingga mudah diingat. Kedua, melodinya sederhana, tetapi tetap khas, misalnya diawali nada yang naik lalu turun. Selain itu, lagu-lagu yang pernah menjadi hit atau menduduki tangga lagu juga lebih mudah terus terngiang di kepala.

Siapa yang lebih rentan mengalami earworm?

Hampir semua orang dapat mengalami earworm. Namun, penelitian menunjukkan sekitar 90% responden mengalaminya sedikitnya sekali dalam seminggu.

Meski demikian, beberapa kelompok diketahui lebih rentan mengalami kondisi ini. Orang yang sering mendengarkan musik, misalnya, memiliki lebih banyak lagu yang tersimpan dalam memori sehingga peluang munculnya earworm menjadi lebih besar.

Selain itu, earworm juga lebih sering dialami oleh orang dengan obsessive-compulsive disorder (OCD). Kondisi stres dan kecemasan juga diduga meningkatkan risikonya karena beban mental yang tinggi diyakini membuat otak lebih mudah mengulang lagu secara tidak sadar.

Cara menghilangkan earworm

Meski biasanya akan hilang dengan sendirinya, ada beberapa cara yang dapat dicoba untuk menghentikan lagu yang terus terngiang di kepala.

1. Dengarkan lagu hingga selesai

Karena earworm umumnya hanya berupa potongan lagu, mendengarkan lagu tersebut hingga selesai dapat membantu "menuntaskan" pola yang terus diulang oleh otak.

2. Putar lagu lain

Mendengarkan lagu lain dapat membantu mengalihkan perhatian otak sehingga lagu sebelumnya tidak lagi terus berputar di kepala. Namun, cara ini juga berisiko membuat lagu baru justru berubah menjadi earworm berikutnya.

3. Alihkan perhatian

Mengalihkan fokus ke aktivitas lain juga dapat membantu menghentikan lagu yang terus terngiang. Anda bisa berjalan kaki, menonton film, berbincang dengan teman, atau mengerjakan teka-teki.

4. Mengunyah permen karet

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mengunyah permen karet dapat membantu mengurangi earworm. Aktivitas mengunyah diduga mengganggu kerja memori verbal sehingga otak menjadi lebih sulit mengulang potongan lagu secara terus-menerus.

Meski terasa mengganggu, earworm umumnya bukan kondisi yang berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika lagu terus terngiang dalam waktu lama atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memastikan tidak ada kondisi lain yang mendasarinya.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan