Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuka kemungkinan akan menggelar debat calon presiden dan calon wakil presiden atau capres dan cawapres di Luar Jakarta. Format menggelar debat tidak di Ibu Kota dengan alasan tidak terfokus pada satu kota saja, namun rencana tersebut dinilai tidak efisien khususnya yang berasal dari pihak capres dan cawapres nomor urut 01.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Abdul Kadir Karding mengaku tidak sependapat dengan rencana KPU yang rencananya akan melaksanakan debat kandidat di luar Jakarta. Kata Karding sepanjang debat ditayangkan pada media televisi, maka seharusnya tidak ada masalah terkait hal tersebut.
"Tidak relevan jika pelaksanaannya di luar kota. Karena debat itu biasanya lebih banyak menggunakan media televisi sehingga akan efektif di Jakarta," kata Karding kepada media, Selasa (27/11).
Melakukan debat kandidat di luar Jakarta justru akan lebih menguras energi dan banyak lagi yang harus disiapkan. Toh, pada era digital saat ini debat kandidat tidak dilakukan di depan masa, tapi di televisi.
Sesuai dengan saran KPU yang hanya menetapkan beberapa orang (saja) dari setiap pasangan calon atau Paslon untuk dikirim menonton. Maka, idealnya memang debat capres dan cawapres berada di Jakarta.
Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan KPU memiliki wacana untuk melaksanakan debat kandidat calon presiden dan wakil presiden tidak hanya di Jakarta saja. Meski KPU mengakui hal tersebut sifatnya masih rencana karena perlu disosialisasikan dengan peserta lain.
KPU beralasan debat di luar kota Jakarta agar setiap daerah memiliki pengetahuan soal adanya Pemilu. Plus, mengikat perasaan masyarakat daerah bahwa pemilu adalah hal yang penting bagi mereka.