Menghirup udara bersih menjadi perjuangan yang berat bagi masyarakat Kalimantan setiap kali musim karhutla tiba. Di tengah upaya berbagai pihak memadamkan titik api, menjaga kesehatan keluarga di dalam rumah menjadi benteng pertahanan terakhir yang paling realistis untuk kita lakukan saat ini. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengambil langkah antisipatif dengan menciptakan lingkungan hunian yang kedap asap (clean room) agar terhindar dari Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Melalui persiapan yang matang di tingkat rumah tangga, keluarga dapat meminimalkan paparan partikel mikro berbahaya (PM2.5) dan menjaga kesehatan saluran pernapasan secara optimal. Berikut penjelasan lebih lanjut, dilansir dari BMKG & U.S. Environmental Protection Agency (21/8).
1. Isolasi bangunan: Langkah efektif membendung masuknya kabut asap
Langkah awal yang sangat krusial adalah menutup titik-titik masuknya udara luar ke dalam ruangan. Warga dapat memanfaatkan pita perekat (duct tape), kain basah, atau busa penyerap untuk menyegel celah kecil di bawah pintu dan bingkai jendela.
Selain menutup celah, keluarga harus menghentikan sementara penggunaan kipas angin gantung atau AC yang menyedot udara dari luar. Sebagai gantinya, manfaatkan mode sirkulasi udara dalam ruangan (recirculate) agar udara bersih yang sudah ada di dalam rumah tetap terisolasi dengan baik.
2. Solusi pemurni udara sederhana: Dari DIY filter hingga tanaman indoor
Masyarakat tidak harus selalu membeli alat pemurni udara mahal untuk mendapatkan udara bersih. Dengan menempelkan filter HEPA standar pada bagian belakang kipas angin kotak, keluarga dapat menciptakan sistem filtrasi DIY yang mampu menyaring partikel asap secara efektif.
Selanjutnya, menempatkan jenis tanaman indoor tertentu seperti Lidah Mertua (Sansevieria), Peace Lily, atau Spider Plant untuk membantu menyerap racun polutan di dalam rumah. Tanaman-tanaman ini bekerja secara alami menyaring senyawa berbahaya sekaligus menjaga kelembapan udara ruangan.
3. Perlengkapan darurat dan manajemen kesehatan keluarga
Setiap rumah tangga wajib menyiapkan Smog Safety Kit yang berisi masker dengan kualifikasi minimal N95 atau KN95, mengingat masker kain biasa tidak mampu menyaring partikel PM2.5.
Selain itu, sediakan obat tetes mata untuk mengatasi iritasi, vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh, serta inhaler atau tabung oksigen portabel bagi anggota keluarga yang memiliki riwayat asma. Sementara itu, hindari aktivitas di dalam rumah yang dapat memperburuk kualitas udara.
Panduan rumah aman asap ini tentu bukanlah solusi permanen untuk mengatasi krisis karhutla, melainkan penanganan darurat demi melindungi paru-paru keluarga di masa kritis. Dengan menerapkan panduan rumah aman asap secara disiplin, masyarakat dapat melindungi diri dari bahaya krisis kualitas udara.