Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana Thailand (DDPM) telah dikabarkan mengimbau para warga untuk menyiapkan tas siaga dan suplai makanan selama 3 hari.
Sebelumnya, imbauan ini sudah lebih dulu terdengar melalui pemerintah Inggris dan merambat ke Jepang, hingga sejumlah negara di Eropa. Sebenarnya ada apa?
Fenomena global di mana warga di berbagai negara telah diimbau untuk mulai menyiapkan survival kit menjadi respons atas situasi keamanan global yang kian tidak pasti terhadap risiko ketegangan geopolitik, krisis iklim ekstrem, hingga potensi gangguan rantai pasok global.
Berdasarkan laporan berita The Guardian (2/11/2026), negara-negara Eropa (khususnya Swedia, Norwegia, dan Finlandia) memperbarui instruksi kewargaan (civil preparedness) akibat meningkatnya eskalasi konflik geopolitik global dan ancaman siber yang dapat melumpuhkan infrastruktur kritikal (listrik, air, dan internet).
Namun, berbeda dengan yang lain, Amerika Serikat mengambil langkah berbeda dengan fokus pada persiapan militer.
‘Keadaan dunia secara drastis kian memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Perang sedang berlangsung di sekitar kita,’ tulis badan pertahanan sipil dan ketahanan Swedia melalui The Guardian (2/11).
Selain itu, Financial Times (25/7/2026) lebih dulu menganalisis tentang bagaimana ketegangan geopolitik global dan gangguan rantai pasok energi membuat pemerintah-pemerintah di dunia mulai mengimbau warganya agar selama 72 jam pertama jika terjadi keadaan darurat militer atau sabotase infrastruktur.
Durasi 3 hari atau 72 jam ini menjadi titik penting ketika dalam situasi darurat berskala besar, aparat pemerintah dan tim evakuasi membutuhkan waktu setidaknya 3 hari untuk memetakan kekacauan, mengamankan jalur evakuasi, dan mendistribusikan bantuan dasar ke titik-titik krusial.
Pertahanan suatu negara kini tidak hanya bergantung pada militer, tetapi juga pada tingkat ketahanan mandiri setiap warganya.
Tren kesiapsiagaan global menjadi bentuk mawas diri terhadap ketidakpastian rantai pasok dan dinamika dunia yang bergerak cepat.