Marcus Mietzner menilai demokrasi era Jokowi mundur karena direduksi menjadi kesejahteraan dan pembangunan ekonomi.
Guru Besar Ilmu Politik dari Australian National University (ANU), Marcus Mietzner, menyoroti kemunduran demokrasi yang terjadi selama 10 tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Temuan riset mendalamnya ini dituangkan dalam buku terbarunya yang berjudul "Ruling Indonesia". Buku tersebut memotret secara rinci dinamika penurunan kualitas demokrasi di Indonesia sepanjang periode 2014–2024.
Reduksi demokrasi: Hanya sebatas kesejahteraan?
Menurut Marcus, Presiden Jokowi memiliki kecenderungan untuk menyederhanakan makna demokrasi. Konsep demokrasi direduksi seolah-olah hanya bertujuan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, sementara aspek krusial lainnya—seperti kebebasan berekspresi—cenderung diabaikan.
Marcus mengungkapkan bahwa dalam sebuah kesempatan wawancara, Jokowi sempat mengaku memang lebih berfokus pada dimensi kesejahteraan. Dalih yang digunakan adalah mayoritas masyarakat Indonesia lebih mendambakan kesejahteraan ekonomi ketimbang jaminan kebebasan berpendapat.
"Berdasarkan sumber yang saya miliki dan wawancara langsung dengan Pak Jokowi, menurut saya beliau kurang percaya pada (esensi) demokrasi. Faktanya, kualitas demokrasi di zaman Jokowi turun cukup drastis," ujar Marcus.