sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

3 saham yang terdiskon ini menarik untuk dibidik

Banyak saham–saham LQ45 berfundamental bagus menawarkan diskon yang besar.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 12 Okt 2020 15:56 WIB
3 saham yang terdiskon ini menarik untuk dibidik
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 377.541
Dirawat 63.576
Meninggal 12.959
Sembuh 301.006

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang signifikan mencapai 19,78% secara year to date (YTD) hingga 9 Oktober 2020 ke level 5.053.

Equity Analyst MNC Sekuritas Catherina Vincentia mengatakan, penurunan tersebut membuka peluang yang menarik untuk investasi jangka panjang. Investor pemula dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengoleksi saham-saham yang sudah diskon.

“Banyak saham–saham LQ45 berfundamental bagus menawarkan diskon yang besar, yaitu mencapai 30% hingga lebih dari 50%,” kata Catherina, Senin (12/10).

Riset dari MNC Sekuritas mencatat terdapat tiga saham menarik yang bisa dibidik investor untuk melakukan investasi jangka panjang.  

Pertama, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) dengan target harga Rp1.200. Menurut Catherina, saham PGAS memiliki potensi untuk naik 22,45% karena prospek bisnis perseroan didukung oleh dominasi infrastruktur pipa gas yang dimiliki setelah merger dengan Pertagas.

"Perbaikan outlook perekonomian di 2021, juga diharapkan dapat meningkatkan volume penjualan PGAS," ujarnya.

Dia juga menilai PGAS memiliki valuasi yang murah dengan price book value (PBV) hanya 0,66x yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan nilai impairment dari aset pipa gas yang dimiliki saat ini.

Saham kedua adalah milik PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dengan target harga Rp5.700. Saham ini memiliki potensi untuk naik 22,84% karena memiliki prospek yang menarik. Seiring dengan lebih fokusnya bisnis perseroan untuk mengembangkan segmen korporasi dengan masuknya manajemen baru dari Bank Mandiri.

Sponsored

Sinergi bisnis Bank BNI diharapkan dapat lebih baik di 2021. Dengan nilai valuasi yang masih murah, yaitu di PBV hanya 0,79 kali, saham BBNI jauh lebih rendah dibandingkan saham industri perbankan di Buku IV.

Saham terakhir adalah saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dengan target harga Rp3.600. Saham ini akan memiliki potensi untuk naik 31,87%.

Catherina menilai pertumbuhan konsumsi data masih menjadi motor pertumbuhan bisnis perseroan di tengah ketidakpastian karena Covid-19. Sebab, work from home (WFH) dan tingginya aktivitas online, semakin menopang pertumbuhan bisnis yang lebih baik.

"Katalis positif lainnya juga berasal dari menurunnya tingkat persaingan dari perang tarif di kuartal III-2020 dan kuartal IV-2020. Hal tersebut mendorong perbaikan sisi margin bisnis perseroan," tuturnya.

Saat ini, TLKM diperdagangkan pada PE di 12,31 kali, di mana nilai tersebut menurutnya jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata historis dalam tiga tahun terakhir. 

Berita Lainnya