sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

9 BUMN bergabung bentuk klaster pangan

Klaster BUMN sektor pangan akan dipimpin oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero).

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 29 Jan 2020 17:50 WIB
9 BUMN bergabung bentuk klaster pangan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2491
Dirawat 2090
Meninggal 209
Sembuh 192

Sembilan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan berkolaborasi membentuk klaster pangan. Klaster tersebut akan dipimpin oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero).

Direktur Utama RNI Eko Taufik Wibowo mengatakan tujuan dari pembentukan klaster ini adalah untuk menata supply chain pangan di Indonesia sehingga bisa lebih terintegrasi.

Sehingga masing-masing BUMN dalam klaster pangan yang kekuatannya terletak di sektor produksi, processing, retail, dan sales bisa tertata dengan baik untuk ketahanan pangan.

"Jadi ada peningkatan nilai dan kualitas, sehingga bahan baku pangan seperti daging, telur, bisa tercukupi suplainya, kepastian pasokannya, dan ketersediannya. Dari sisi harga juga terjangkau untuk masyarakat," ujar Eko di Jakarta, Rabu (29/1).

Eko menjelaskan, peran RNI di awal pembentukan klaster adalah sebagai ketua kelompok yang menata dan mengatur arah perubahan untuk penguatan kluster. RNI juga diminta sebagai ketua untuk pengkajian holding pangan.

"Apakah akan jadi holding atau apa, kita diminta jadi ketuanya untuk menyusun kajiannya," kata Eko.

Adapun sembilan anggota klaster pangan tersebut adala PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), PT Berdikari (Persero), Garam (Persero), PT Perikanan Nusantara (Persero), PT Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Persero), PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), PT Sang Hyang Seri (Persero), dan PT Pertani (Persero).

Dari sembilan BUMN tersebut, Eko mengatakan, ada tiga BUMN yang perlu mendapatkan perhatian lebih akibat kinerja keuangan mereka yang bermasalah. Dengan penataan ulang bisnis model, Eko yakin kinerja tiga perusahaan tersebut bisa diperbaiki.

Sponsored

"Saya tak bisa memperkirakan berapa lama perbaikan kinerja keuangan. Tapi sekarang arah perbaikan itu sudah kelihatan," tutur Eko.

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Senin, 06 Apr 2020 06:02 WIB
Menagih janji keringanan cicilan utang

Menagih janji keringanan cicilan utang

Senin, 06 Apr 2020 05:43 WIB
Berita Lainnya