sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bank Mandiri tutup 65 kantor cabang

Dari 65 kantor cabang yang dikurangi tersebut, sebanyak 44 di antaranya merupakan kantor cabang mikro.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 29 Mei 2020 15:50 WIB
Bank Mandiri tutup 65 kantor cabang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 59394
Dirawat 29740
Meninggal 2987
Sembuh 26667

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) akan mengurangi 65 kantor cabang mereka. Pengurangan kantor cabang ini dilakukan untuk mendorong pemanfaatan channel elektronik Bank Mandiri.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan mengatakan dari 65 kantor cabang yang dikurangi tersebut, sebanyak 44 di antaranya merupakan kantor cabang mikro.

"Kami akan mengurangi beberapa cabang yang berdekatan dan kemungkinan tak dibutuhkan. Jaringan mikro fungsinya akan dialihkan kepada kantor cabang reguler dan agen bank," kata Rully, Jumat (29/5).

Pengurangan kantor cabang ini juga merupakan hasil dari tinjauan dampak pandemi Covid-19 ke Bank Mandiri. Pandemi Covid-19 diakui Rully membuat Bank Mandiri mempercepat proses digitalisasi layanan perbankan mereka.

Sponsored

"Saat ini kebutuhan ke digital banking menjadi kewajiban. Masayarakat dipaksa menggunakan saluran digital perbankan akibat Covid-19," tuturnya.

Selain itu, lanjut Rully, penutupan kantor cabang juga dilakukan sebagai respons atas penerapan kebijakan Qanun No.11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah. Aturan tersebut mewajibkan seluruh layanan keuangan di Provinsi Aceh harus berbasis syariah paling lambat akhir 2021.

Adapun total cabang Bank Mandiri pada akhir Desember 2019 sebanyak 2.583. Sebanyak 1.023 di antaranya merupakan kantor cabang mikro.

Sebagai informasi, Bank Mandiri telah mengoperasikan kembali 1.539 atau setara dengan 60% dari jumlah total kantor cabang mereka sejak 26 Mei 2020. Pembukaan cabang tersebut mengikuti arahan kesiapan menuju new normal fase I dari Kementerian BUMN.

Berita Lainnya