close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Foto  Ist
icon caption
Ilustrasi. Foto Ist
Bisnis
Sabtu, 11 Maret 2023 13:21

Bapanas pastikan Bulog siap hadapi panen raya beras

Dengan berbagai langkah perbaikan ini, Arief berharap kepercayaan stakeholder perberasan nasional terhadap Bulog semakin baik.
swipe

Panen raya padi yang dihadiri Presiden Joko Widodo di Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis, (9/3/2023), secara tidak langsung menandai bahwa Indonesia sudah mulai memasuki musim panen di semester 1 2023. 

Kondisi tersebut disambut baik Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA). Selain itu Bapanas juga mengaku siap mengawal panen raya melalui peningkatan serapan beras Perum Bulog.

Guna meningkatkan serapan sebelum memasuki musim panen, Bulog menurut Kepala Bapanas/NFA, Arief Prasetyo Adi secara bertahap telah menyiapkan diri, salah satunya dengan membangun Modern Rice Milling Plant (MRMP) di 10 lokasi yaitu di Subang, Kendal, Sragen, Karawang, Lampung, Bojonegoro, Magetan, Jember, Banyuwangi, dan Sumbawa. 

Melalui MRMP ini, Bulog memiliki sejumlah unit mesin yang bisa digunakan untuk mengolah gabah, dari mulai penerimaan, pengeringan, kemudian sampai color sorter. Selain itu Bulog juga memiliki 133 unit Rice Milling Unit (RMU).

“Dengan adanya MRMP ini memungkinkan Bulog untuk bisa menyerap gabah dari petani atau Gapoktan. Jadi peluang Bulog menambah serapannya semakin besar karena tidak hanya mengandalkan pasokan dari penggilingan tetapi juga bisa langsung turun menyerap gabah petani,” ujar Arief dalam keterangannya, Sabtu (11/3).

Arief juga menyarankan agar Bulog bergerak secara aktif dengan jemput bola. Artinya Bulog harus lakukan penyerapan langsung ke petani.

“Kondisi yang sering ditemui, petani agak kesulitan langsung masuk ke Bulog di antaranya karena kondisi lokasi lahan pertanian yang sulit dijangkau, sehingga ke depan kita arahkan Bulog untuk jemput bola. Langkah tersebut menambah saluran penyerapan gabah/beras ke Bulog,” kata Arief menambahkan.

Upaya jemput bola ini, menurut Arief, merupakan bagian dari perbaikan yang dilakukan Bulog. Pihaknya mengarahkan agar dalam pelaksanaannya Bulog melakukan contract farming dengan gapoktan, sehingga produksinya bisa langsung disalurkan ke Bulog.

“Itu cukup membantu kita meningkatkan serapan sekaligus menjaga harga dasar di tingkat petani tidak jatuh,” kata dia.

Selain perbaikan dari sisi pembangunan fasilitas produksi dan strategi jemput bola, Arief bilang, dari sisi produksi dan kualitas produk pun Bulog telah mengalami banyak perbaikan.

“Kualitas produk beras Bulog saat ini telah jauh berbeda dan semakin baik. Hal tersebut dibuktikan saat pelaksanaan SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pangan), beras SPHP Bulog telah masuk dan tersedia di modern market. Kita tahu modern market memiliki standar yang ketat terhadap kualitas,” ujar dia.

Selain itu, Arief menambahkan, pihaknya juga telah membekali BUMN Pangan tersebut dengan sejumlah regulasi atau payung hukum yang dapat mendukung peningkatan serapan. Di antaranya surat penugasan pengadaan gabah atau beras dari dalam negeri melalui penyerapan 2,19 juta ton dengan target pemenuhan 70% pada panen raya Maret sampai dengan Mei ini. Penyerapan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai skema seperti skema Cadangan Beras Pemerintah (CBP), fleksibilitas, atau melalui skema komersial.

Kemudian dalam waktu dekat, Bulog juga akan dibekali regulasi baru terkait Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Dengan HPP terbaru tersebut, diharapkan Bulog akan memiliki harga yang baik untuk menyerap sehingga turut berkontribusi menjaga keseimbangan harga gabah di tingkat petani, pedagang, dan konsumen.

“Perbaikan-perbaikan tersebut kita lakukan secara bertahap. Kalau orang mengamati Bulog, harusnya hari ini sudah banyak yang dilakukan,” kata Arief.

Arief menegaskan, langkah perbaikan ini tidak terlepas dari komitmen untuk meningkatkan serapan gabah/beras Bulog dalam rangka mengisi stok Cadangan Beras Pemerintah (CPP) sehingga target stock on hand CBP pada akhir 2023 sebesar 1,3 juta ton dapat tercapai. Selain itu, dengan serapan yang tinggi Bulog dapat memperkuat perannya sebagai stabilisator harga baik di tingkat produsen (petani) maupun di konsumen. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menekankan agar harga beras berada di tingkat yang wajar baik di tingkat produsen, distributor, dan konsumen.

Dengan berbagai langkah perbaikan ini, Arief berharap kepercayaan stakeholder perberasan nasional terhadap Bulog semakin baik.

“Bulog siap memperkuat perannya dalam ekosistem perberasan nasional. Ke depannya berbagai penugasan pemerintah terkait hilirisasi siap dijalankan Bulog. Masyarakat tidak perlu ragu menggunakan produk beras Bulog begitu juga penggilingan padi diharapkan dapat terus meningkatkan sinergitasnya dengan Bulog,” ucap Arief. 

Artikel ini ditulis oleh :

img
Erlinda Puspita Wardani
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor
Bagikan :
×
cari
bagikan