logo alinea.id logo alinea.id

Bertemu Jokowi, pengusaha sampaikan aspirasi sektor industri

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Kamis, 13 Jun 2019 11:51 WIB
Bertemu Jokowi, pengusaha sampaikan aspirasi sektor industri

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan memberikan masukan kepada pemerintah untuk berfokus kepada industri padat karya.

"Kami sampaikan bahwa masalah pengembangan sumber daya manusia itu sebetulnya bukan hanya di vokasi, tapi justru yang paling penting adalah penciptaan lapangan kerjanya," kata Ketua Apindo Haryadi Sukamdani usai menemui Presiden di Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/6)

Menurut Haryadi, investasi yang masuk dalam kurun waktu 10 tahun terakhir lebih berfokus kepada industri padat modal. Sementara itu jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 130 juta orang.

"Ini yang tadi kami sampaikan perlu kiranya pemerintah untuk melihat kembali undang-undang ketenagakerjaan kita," ujar Haryadi.

Di samping itu, Apindo juga meminta pemerintah untuk mendorong industri padat karya dengan insentif pajak penghasilan (PPh) dan pajak pendapatan (PPn). 

"Tarif untuk PPh bagi industri padat karya misalnya mungkin kalau bisa diberikan diskon sampai 50 persen. Itu akan merangsang industri padat karya untuk memperluas usaha," ujar Haryadi.

Presiden Joko Widodo menerima pengurus Apindo di Istana Negara membahas upaya untuk mendorong perbaikan kondisi ekonomi bangsa. Jokwi mengatakan pemerintah ingin agar masukan yang diberikan oleh dunia usaha dapat memberi efek ekonomi konkrit bagi Indonesia.

“Kesempatan ini harus digunakan untuk membuat terobosan yang bisa memberi efek tendangan kuat bagi ekonomi, baik dari regulasi seperti revisi undang-undangan, atau penerbitan regulasi baru,” kata Jokowi.

Sponsored

Presiden menjelaskan pada Rabu (12/6/2019), dirinya juga menerima Hipmi dan Kadin untuk mendapatkan masukan guna mendorong perekonomian.

Kepala Negara mengatakan dorongan bagi perekonomian diperlukan agar ekspor dan investasi Indonesia menguat.

Jokowi juga menilai defisit neraca perdagangan dapat disesuaikan jika pemerintah dan dunia usaha bekerja sama dengan baik.

"Kita ini negara besar yang memiliki kekuatan sumber daya alam, memiliki kekuatan sumber daya manusia yang saya kira menjadi sebuah modal besar ke depan," demikian Presiden.

Pengurus Apindo dalam pertemuan yang dimulai pada 09:40 WIB itu dipimpin oleh Ketua Apindo Haryadi Sukamdani. 

Saat menerima pengurus Apindo, Presiden Jokowi  didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Staf Khusus Presiden Erani Yustika, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, serta pengusaha Erick Thohir, dan tokoh media Wishnu Tama. (Ant)