close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., siap menambah modal untuk LinkAja senilai total Rp900 miliar bagi 20% saham secara bertahap. / Facebook LinkAja
icon caption
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., siap menambah modal untuk LinkAja senilai total Rp900 miliar bagi 20% saham secara bertahap. / Facebook LinkAja
Bisnis
Selasa, 14 Mei 2019 00:28

BNI siap suntik modal LinkAja Rp900 miliar

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., siap menambah modal untuk LinkAja senilai total Rp900 miliar bagi 20% saham secara bertahap.
swipe

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., siap menambah modal untuk LinkAja senilai total Rp900 miliar bagi 20% saham secara bertahap. Dana investasi itu berasal dari kas internal.

PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) dengan produk LinkAja merupakan aplikasi pembayaran non tunai alias dompet digital. LinkAja digadang-gadang akan menjadi pesaing perusahaan sejenis yang kini dikuasai oleh OVO dan Go-Pay.

Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidarta mengatakan setoran modal itu segera direalisasikan oleh emiten bersandi saham BBNI tersebut. "Kami sudah siapkan modalnya. Enggak terlalu lama, tinggal tunggu perintah bulan Juli," ujar Sidarta di kantornya, Jakarta, Senin (13/5).

Meski sempat menyebut akan menyerap 20% saham Finarya dengan nilai Rp900 miliar, manajemen BNI belum bisa menyebutkan porsi saham yang akan dikempit kelak. Pasalnya, pada perkembangan terbaru, pemilik saham Finarya diperkirakan akan bertambah.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni menjelaskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya juga tertarik untuk bergabung sebagai pemegang saham Finarya. BUMN lain yang tertarik selain pendiri adalah PT Jasa Marga (Persero) Tbk. dan PT Kereta Commuter Indonesia (Commuter Line).

"Perkembangan LinkAja sangat menggembirakan. Transaksi LinkAja akan semakin besar karena bisa digunakan oleh para pengguna commuter line dan di jalan tol. Itulah kenapa PT Kereta Api Indonesia dan Jasa Marga tertarik bergabung," kata dia pada kesempatan yang sama.

Dia menguraikan, transaksi uang elektronik di jalan tol mencapai 4 juta transaksi per hari. Sedangkan, di commuter line mencapai 1 juta transaksi setiap harinya.

Sebelum Jasa Marga dan Commuter Line masuk, saham Finarya digenggam oleh sejumlah perusahaan pelat merah. Mereka adalah Telkomsel menguasai 25%, BNI, BRI, dan Mandiri masing-masing 20%, sedangkan BTN mengempit 7%. Sisanya digenggam oleh Pertamina, Jiwasraya, dan Danareksa.

LinkAja merupakan gabungan dari aplikasi pembayaran milik BUMN. Yakni TCash dari Telekomunikasi Selular (Telkomsel), TBank dan MyQR milik Bank Rakyat Indonesia (BRI), e-cash dari Bank Mandiri, serta yap! dan UnikQu dari Bank Negara Indonesia (BNI). 

Saat ini, LinkAja sedang memproses perizinan ke Bank Indonesia (BI) untuk menyediakan beberapa layanan. Izin yang diajukan fintech pembayaran seperti penyedia layanan uang elektronik (e-money), dompet elektronik (e-wallet), lembaga keuangan digital, dan transfer dana.

img
Annisa Saumi
Reporter
img
Sukirno
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan