close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi-Pertamina menyalurkan energi bagi masyarakat selama musim libur Natal dan Tahun Baru 2023. (Antara/HO PT Pertamina Patra Niaga
icon caption
Ilustrasi-Pertamina menyalurkan energi bagi masyarakat selama musim libur Natal dan Tahun Baru 2023. (Antara/HO PT Pertamina Patra Niaga
Bisnis
Kamis, 05 Januari 2023 09:40

BPH Migas ungkap pasokan dan distribusi BBM hingga listrik selama Nataru

Puncak penyaluran BBM untuk arus balik terjadi pada 28 Desember 2022 dengan rata-rata gasoline naik 17,66% dari penyaluran normal.
swipe

Operasional pemantauan Posko Nasional sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) selama periode libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) resmi berakhir pada Rabu (4/1).

Berdasarkan hasil evaluasi, tercatat penyaluran bahan bakar minyak (BBM) tertinggi untuk arus mudik terjadi pada 21 Desember 2022, dengan rata-rata gasoline naik 23,33% dari penyaluran normal.

Sementara itu, puncak penyaluran BBM untuk arus balik terjadi pada 28 Desember 2022 dengan rata-rata gasoline naik 17,66% dari penyaluran normal.

Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Eman Salman Arief mengungkapkan, ketersediaan dan pendistribusian BBM sepanjang periode Nataru dalam kondisi aman dan terkendali, dengan coverage day berkisar antara 5 sampai 71 hari.

"Kondisi ketersediaan (stok) BBM dan penyaluran BBM secara umum selama masa posko periode 19 Desember 2022 sampai dengan 4 Januari 2023 adalah dalam kondisi aman," kata Eman dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (5/1).

Adapun untuk penyaluran gasoline dan avtur pada periode 19 Desember 2022 hingga 3 Januari 2023 mengalami kenaikan dibanding penyaluran normal. Sedangkan untuk gasoil dan kerosene, tercatat mengalami penurunan dibanding periode penyaluran normal.

Pada sektor LPG, stok dan penyaluran tercatat dalam kondisi aman. Seluruh agen serta pangkalan siaga juga beroperasi pada periode satgas Nataru.

Dalam hal ini, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Ditjen Migas) Kementerian ESDM dan Pertamina menyiagakan 23 Terminal LPG, 667 SP(P)BE dan 4.972 Agen LPG. Agen LPG disiagakan 24 jam khusus pada wilayah dengan demand tinggi.

"Selama periode satgas Nataru, coverage days stok LPG Nasional berkisar antara 14 sampai dengan 19 hari. Penyaluran LPG tertinggi terjadi pada 27 Desember 2022, yaitu sebesar 29.264 MT atau naik 7,0% dari penyaluran LPG normal sebesar 27.349 MT," ujar Eman.

Kemudian di sektor gas bumi, kegiatan niaga, pengangkutan, penyimpanan dan penyaluran gas bumi melalui pipa maupun SPBG, serta penyaluran crude oil yang dioperasikan oleh subholding gas Pertamina beroperasi secara aman, normal dan berfungsi baik.

Eman menyampaikan, subholding gas Pertamina selama periode Nataru telah menyalurkan gas, dan LNG kepada 2.460 pelanggan komersial dan industri, 1.925 pelanggan kecil, 765,756 SR pelanggan rumah tangga, dan sembilan pembangkit listrik termasuk PLN Group.

"Kondisi pasokan tenaga listrik selama pelaksanaan Posko Nasional ESDM Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2022/2023 untuk sistem kelistrikan di wilayah pengusahaan PLN umumnya berada pada kondisi pasokan listrik aman," kata Eman.

Sementara pada sektor geologi, terjadi beberapa kejadian kebencanaan geologi selama periode Nataru. Kejadian tersebut antara lain empat gunung api berstatus Siaga (Anak Krakatau, Merapi, Ili Lewotolok, Semeru) dan 17 gunungapi berstatus Waspada (Awu, Banda Api, Bromo, Dempo, Dukono, Gamalama, Ibu, Ile Werung, Karangetang, Kerinci, Lokon, Marapi, Raung, Rinjani, Sangeangapi, Sinabung, Soputan).

Ditambahkan Eman, capaian ini merupakan hasil sinergitas dengan stakelholder seperti Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, Badan Pengatur Jalan Tol, juga PT Jasa Marga.

"Dengan adanya sinergitas ini, hal-hal yang menjadi hambatan maupun kendala dapat kita antisipasi di awal maupun terpecahkan dengan cepat," tutur Eman.

Artikel ini ditulis oleh :

img
Gempita Surya
Reporter
img
Hermansah
Editor
Bagikan :
×
cari
bagikan