logo alinea.id logo alinea.id

BRI siapkan duit Rp300 miliar kuasai 19% saham LinkAja

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menyiapkan anggaran investasi Rp300 miliar untuk menyuntik modal LinkAja dari kas internal.

Sukirno
Sukirno Kamis, 16 Mei 2019 01:45 WIB
BRI siapkan duit Rp300 miliar kuasai 19% saham LinkAja

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menyiapkan anggaran investasi Rp300 miliar untuk menyuntik modal LinkAja dari kas internal. PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) dengan produk LinkAja merupakan aplikasi pembayaran non tunai alias dompet digital. LinkAja digadang-gadang akan menjadi pesaing perusahaan sejenis yang kini dikuasai oleh OVO dan Go-Pay.

Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk menggenggam 19% saham LinkAja dalam tahap awal. Kepemilikan BRI dan masing-masing BUMN lainnya di LinkAja masih sesuai dengan rencana awal.

"Untuk Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), porsi sahamnya sudah jelas. Sepertinya, kami akan sesuai dengan yang direncanakan," kata Suprajarto usai paparan publik di kantornya, Jakarta, Rabu (15/5).

Dalam rancangan awal perusahaan finansial berbasis teknologi milik BUMN, Finarya bakal dimiliki empat bank milik pemerintah dan sejumlah perusahaan pelat merah lainnya.

Empat bank tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT  Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., dengan kepemilikan saham masing-masing 20%. Selanjutnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., dan PT Pertamina (Persero) dengan kepemilikan saham masing-masing 7%.

Kemudian, perusahaan pelat merah yang akan menjadi punggawa LinkAja adalah Telkomsel dengan kepemilikan saham 25%. Sisanya PT Jiwasraya (Persero) dan PT Danareksa (Persero) dengan kepemilikan saham masing-masing 0,5%.

Namun demikian, menurut Suprjarto, tidak tertutup kemungkinan saham Finarya selaku pengelola LinkAja akan dibagi kembali ke sejumlah BUMN, terutama BUMN yang bergerak di sektor transpotasi dan sektor riil, seperti halnya PT ASDP Indonesia Ferry dan Perusahaan Umum Damri (Perum Damri).

"Kita akan bagi lagi ke BUMN, mungkin yang lebih ke angkutan. Mungkin  BUMN lain yang ingin memanfaatkan benefit dari LinkAja, rencananya bisa dibagi sahamnya meski porsinya relatif kecil," kata Suprajarto.

Sponsored

LinkAja merupakan gabungan dari aplikasi pembayaran milik BUMN seperti TCash dari Telekomunikasi Selular (Telkomsel), TBank dan MyQR milik BRI, e-cash dari Bank Mandiri, serta yap! dan UnikQu dari BNI.

LinkAja juga sudah mendapat respons positif dari Bank Indonesia (BI) selaku otoritas sistem pembayaran. Ke depannya LinkAja diperkirakan akan menjadi pesaing sengit bagi wadah pembayaran digital seperti GoPay maupun Ovo. (Ant).

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Minggu, 26 Mei 2019 02:15 WIB
Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Sabtu, 25 Mei 2019 11:56 WIB