logo alinea.id logo alinea.id

Defisit APBN melonjak tajam jadi Rp101,04 triliun

Realisasi defisit APBN pada kuartal I-2019 melonjak tajam 84,14% menjadi Rp101,04 triliun.

Soraya Novika
Soraya Novika Kamis, 16 Mei 2019 22:31 WIB
Defisit APBN melonjak tajam jadi Rp101,04 triliun

Realisasi defisit APBN pada kuartal I-2019 melonjak tajam 84,14% menjadi Rp101,04 triliun. Padahal, realisasi defisit APBN periode yang sama tahun sebelumnya hanya Rp54,87 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi defisit per akhir Maret 2019 itu setara 0,63% terhadap Produk Domestik Bruto. Sedangkan, angka defisit per akhir Maret 2018 mencapai 0,37% terhadap PDB.

"Defisit anggaran hingga April 2019 itu terdiri dari pendapatan negara sebesar Rp530,74 triliun atau 24,51% dari target APBN 2019. Angka ini tumbuh sebesar 0,5% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp528,07 triliun," ujarnya dalam jumpa pers APBN Kita di Kedung Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis (16/5).

Pendapatan negara mencakup realisasi penerimaan perpajakan sebesar Rp436,41 triliun setara 24,43% terhadap target APBN 2019. Raihan itu tumbuh 4,72% dari periode yang sama tahun lalu Rp416,73 triliun.

Realisasi penerimaan perpajakan ini terdiri atas pajak mencapai Rp387 triliun setara 24,53% dari target APBN 2019, tumbuh sebesar 1,02% dari tahun lalu. Kemudian, dari realisasi penerimaan bea cukai mencapai Rp49,42 triliun setara 23,66% dari target atau tumbuh sebesar 46,98% dari tahun lalu.

Sebaliknya, realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp631,78 triliun atau setara 25,7% dari pagu APBN 2019. Realisasi ini tumbuh sebesar 8,4% dibandingkan realisasi APBN pada periode yang sama tahun 2018.

Realisasi tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat mencapai Rp370,05 triliun setara 22,64% dari pagu APBN 2019 atau tumbuh 11,79% dibanding realisasi 2018 dan berasal dari transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) mencapai Rp261,73 triliun setara 31,66% dari target atau tumbuh 3,89% dari periode yang sama di tahun lalu.

Untuk menutup defisit anggaran tersebut, realisasi pembiayaan anggaran April 2019 mencapai Rp143,84 triliun atau mencapai 40,4% dari pagu APBN 2019. Realisasi ini bersumber dari pembiayaan utang sebesar Rp144,98 triliun atau sekitar 40,4% dari APBN.

Sponsored

Realisasi pembiayaan tersebut juga sudah termasuk pembiayaan investasi sebesar Rp2,50 triliun.

"Sehingga selama April 2019 terdapat kelebihan pembiayaan anggaran sebesar Rp42,79 triliun," katanya.

Dalam kesempatan ini pula, pemerintah juga mencatat posisi neraca keseimbangan primer berada pada posisi negatif Rp18,44 triliun. Meski lebih tinggi dibanding keseimbangan primer pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp24,44 triliun.