logo alinea.id logo alinea.id

Direksi batal diganti, suspensi saham Jababeka dibuka

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. pada Rabu (17/7) mengumumkan pembatalan pergantian direksi.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 19 Jul 2019 13:20 WIB
Direksi batal diganti, suspensi saham Jababeka dibuka

Penghentian perdagangan sementara (suspensi) saham PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA) akhirnya dicabut oleh Bursa Efek Indonesia hari ini, Jumat (19/7).

Saham emiten berkode KIJA ini dibuka pada level Rp298 per saham atau turun 1,97% dari penutupan sebesar Rp304 per saham pada penutupan tanggal 8 Juli 2019 sebelum disuspen. 

Pembukaan suspensi ini dilakukan setelah KIJA mengumumkan pada keterbukaan informasi BEI pada Rabu malam (17/7), jika susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Jababeka tidak mengalami perubahan. 

Hal tersebut terjadi setelah KIJA menerima surat dari pihak ketiga, yaitu dari  PT Bhinneka Cipta Karya, PT Praja Vita Mulia, dan PT Grha Kreasindo Utama, yang tak setuju dengan perubahan susunan direksi dan komisaris perseroan.

"Berdasarkan keputusan agenda kelima yang dibuat oleh Notaris dalam akta berita acara RUPST, jelas tercantum jika keputusan agenda kelima adalah bersyarat, yaitu bergantung pada diperolehnya persetujuan dari pihak ketiga, termasuk kreditur perseroan," kata Corporate Secretary Jababeka Budianto Liman dalam keterbukaan informasi.

Dalam lampiran surat yang disampaikan pihak terkait, PT Bhineka Cipta Karya mengatakan pihaknya sangat dirugikan dengan adanya isu perombakan kepemimpinan di KIJA yang dikhawatirkan akan berdampak pada progres pembayaran maupun kelangsungan bisnis mereka. Bhineka Cipta Karya adalah kontraktor dari PT Grahabuana Cikarang, anak perusahaan Jababeka.

Alasan yang sama juga disampaikan oleh PT Praja Vita Mulia selaku kontraktor yang berkepentingan atas kesinambungan dan kestabilan usaha Jababeka dan anak-anak usahanya.

Sementara, PT Grha Kreasindo Utama selaku kontraktor pada proyek di Morotai milik Jababeka merasa bingung dan resah atas pemberitaan di media massa mengenai potensi gagal bayar (default) KIJA tersebut. Perubahan direksi tersebut akan berdampak pada gagalnya pembayaran proyek yang sedang mereka kerjakan sekarang ini.

Sponsored

Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris dan Direksi perusahaan sebagai berikut.

Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Setyono Djuando Darmono 
Wakil Komisaris Utama: Bacelius Ruru 
Komisaris: Hadi Rahardja 
Komisaris: Gan Michael 

Direksi
Direktur Utama: Tedjo Budianto Liman 
Direktur: Hyanto Wihadhi 
Direktur: Tjahjadi Rahardja 
Direktur: Sutedja Sidarta Darmono 
Direktur: Setiawan Mardjuki 
Direktur: Basuri Tjahaja Purnama