close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
PLTS Cirata 1 MW di Kabupaten Purwakarta, Jabar, Desember 2018. Google Maps/Muhamad Habibi
icon caption
PLTS Cirata 1 MW di Kabupaten Purwakarta, Jabar, Desember 2018. Google Maps/Muhamad Habibi
Bisnis
Sabtu, 22 Agustus 2020 21:40

Groundbreaking PLTS Cirata dijadwalkan Juni 2021

Pembangunan PLTS Cirata dilakukan PT PJBI bersama PT Masdar
swipe

Kerja sama pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung sebesar 145 MWAC antara PT Pembangkit Jawa Bali Indonesia (PJBI) dengan PT Masdar, perusahaan yang berbasis Uni Emirat Arab (UEA), di Waduk Cirata, Jawa Barat (Jabar), akan memasuki tahapan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Juni 2021.

"Proyek pembangkit listrik tenaga surya terapung sebesar 145 MWAC di Waduk Cirata, Jabar, akan melakukan groundbreaking pada Juni 2021 dan akan mulai operasional pada semester kedua 2022," kata Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dalam telekonferensi terkait kunjungannya ke UEA, Sabtu (22/8).

PT Masdar merupakan perusahaan yang fokus mengembangkan energi baru terbarukan (EBT). Retno berharap, kerja sama dapat terjalin lebih intens, sehingga Indonesia bisa memaksimalkan potensi EBT-nya.

"Kita juga jajaki pengembangan proyek energi terbarukan lainnya di Indonesia. Kita juga minta dukungan UAE terkait pembicaraan bisnis yang sedang dilakukan antara Pertamina dan ADNOC," ujarnya.

Sementara itu, Menteri BUMN, Erick Thohir, mengatakan, penjajakan kerja sama dengan UEA di bidang energi untuk mencari jalan keluar dari ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak.

"Kita tahu impor minyak masih cukup tinggi. Tapi untuk cari jalan keluar, bagaimana kita dengan partner kita, negara sahabat UEA, supaya kita bisa dapatkan solusi yang baik," jelasnya.

Dia melanjutkan, pemerintah tidak ingin Indonesia hanya menjadi pasar produk-produk energi luar negeri. Namun, harus menciptakan tambahan teknologi dari setiap kerja sama yang terjalin.

"Kita tidak mau hanya dijadikan pasar, tapi kami ingin dapat tambahan teknologi dari negara besar seperti UEA, khususnya di bidang energi. Karena itu, kami juga melakukan kerja sama tidak hanya di minyak, tapi juga explore kerja sama sumber energi terbarukan," sambungnya.

Oleh karena itu, PLN selaku perusahaan dalam negeri yang akan menjadi pengelola proyek PLTS Terapung diharapkan dapat bertransformasi dengan PT Masdar dalam mengembangkan EBT di daerah lain.

"Karena itu, salah satu poin meeting yang kami akan lakukan, bagaimana PLN bisa transformasi dengan partner dari PT Masdar membangun energi tenaga surya, yang awalnya sekarang di Cirata dan kami akan explore lagi di beberapa daerah lain," tuturnya.

PLTS terapung di Waduk Cirata bakal dibangun anak usaha PT PLN, PJBI, dengan PT Masdar dengan nilai investasi Rp1,8 triliun. PLTS ini disebut-sebut bakal menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Artikel ini ditulis oleh :

img
Nanda Aria Putra
Reporter
img
Fatah Hidayat Sidiq
Editor
Bagikan :
×
cari
bagikan