sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Harga bahan makanan merangkak naik jelang Natal

Harga bahan makanan seperti daging ayam, telur, cabai merah besar dan cabai keriting mengalami kenaikan menjelang Natal dan Tahun Baru.

Satriani Ariwulan
Satriani Ariwulan Senin, 18 Des 2017 15:12 WIB
Harga bahan makanan merangkak naik jelang Natal
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Harga bahan makanan merangkak naik menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Harga daging ayam broiler terpantau naik di tingkat pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kota Jambi.

"Rata-rata harga daging ayam naik dari sebelumnya Rp 35.000 kini menjadi berkisar Rp38.000 per kilogram," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi Ariyansah di Jambi, Senin, seperti dilansir Antara. 

Dia menjelaskan, harga daging ayam naik yang hingga 9% menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru itu dikarenakan berkurangnya pasokan di tingkat pedagang.

Disperindag Provinsi Jambi memantau perkembangan harga dan distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat di tiga pasar tradisional. Yakni Pasar Induk Angsoduo, Pasar Tradisional Talang Banjar dan Simpang Pulai.

Pemantauan harga bahan pokok itu dilakukan rutin untuk mengetahui perkembangan gejolak harga dan pasokan komoditas pangan yang terjadi di pasaran.

Selain daging ayam broiler, harga cabai merah besar juga mengalami kenaikan sebesar 33% dari sebelumnya Rp30.000 kini menjadi Rp40.000 per kilogram. Sedangkan cabai merah keriting juga mengalami kenaikan sebesar Rp10.000 atau dari sebelumnya Rp36.000 kini menjadi Rp40.000 per kilogram.

"Kenaikan harga barang itu hanya bersifat sementara atau sangat tergantung kelancaran pasokan, tim Satgas Pangan terus memantau pasokan dan harga pangan pokok," katanya menjelaskan.

Untuk harga beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, daging sapi dan beberapa jenis barang kebutuhan pokok masyarakat lainnya hingga saat ini masih stabil. Harga beras kualitas premium (merek anggur) masih bertahan Rp13.000 per kilogram dan kualitas dua (merek king, belida) juga stabil yakni Rp12.000 per kilogram. Adapun harga beras kualitas medium Rp9.000 per kilogram.

Sponsored

Selanjutnya harga gula pasir produksi kualitas medium juga bertahan yakni Rp12.500 per kilogram, minyak goreng curah tanpa merek Rp10.500 per liter dan minyak goreng kemasan Rp14.000 per liter.

Sementara itu, harga telur di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara terpantau naik. Yakni, telur ayam menjadi Rp 2.250 per butir, sedangkan telur bebek Rp2.500-3.000 per butir.

"Kenaikan harga telur mulai terjadi pekan lalu, sebelumnya harga telur ayam hanya Rp 1.500-2.000 per butir atau Rp 50.000 per baki dan telur bebek Rp2.000 per butir atau Rp 60.000 per baki," ungkap Nelly Aruperes salah satu pedagang telur di Tondano, Senin.

Nelly mengatakan memang ada pedagang yang menjual telur ayam ataupun bebek dengan harga bervariasi, hal itu karena mereka memisahkan telur sesuai ukurannya, ada yang ukuran kecil dijual lebih murah. "Jadi kami sebagai pedagang pun kewalahan karena harga mulai naik dan banyak konsumen tidak jadi beli, karena agen pun sudah menaikkan harga sejak pekan lalu, makanya kami menyiasati agar tidak rugi dalam penjualan," katanya.

Dia mengatakan untuk telur ayam stoknya masih tersedia, sedangkan telur bebek sering kehabisan karena menunggu stok dari peternak lokal.

"Kalau telur ayam karena stoknya banyak jadi tidak ada kesulitan, tetapi untuk telur bebek sering mengalami kendala karena stok kadang ada kadang pula kosong," ujarnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kata Nelly, harga telur ayam dan bebek ini akan terus naik menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, harga normalnya diperkirakan setelah tahun baru.

"Memang setiap tahun menjelang Natal, harga telur mengalami lonjakan harga, bahkan mencapai Rp100-110.000 per baki (30 butir), jadi kenaikan harga ini sudah hal biasa bagi kami maupun konsumen atau masyarakat," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Minahasa Moudy Lontaan mengatakan pihaknya sempat melakukan operasi pasar dan mendapati memang sudah ada beberapa bahan pokok yang harganya mulai naik.

"Kami terus berkoordinasi dengan pasar-pasar di Kabupaten Minahasa dan memang benar sudah ada beberapa bahan pokok mengalami lonjakan harga diantaranya telur ayam dan bebek, hal itu disebabkan karena menjelang perayaan Natal," ungkap Moudy.

Meski demikian, kata Lontaan, pihaknya pun akan terus memantau peredaran dan harga semua bahan pokok maupun ketersediaan stok, sehingga tidak ada kekurangan.

"Kami akan terus memantau dan meminta laporan dari masing-masing kepala pasar untuk stok maupun harga pangan, supaya disaat stok menipis sudah diantisipasi. Namun sejauh ini kami belum mendapati harga pangan yang sengaja dinaikkan sepihak oleh pedagang maupun agen distribusi, yang pasti akan kami pantau terus," katanya.

Berita Lainnya
×
img