sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Cuma aset spekulatif, Indef dorong pemerintah buat aturan ketat soal kripto

Uang kripto lebih banyak digunakan untuk kepentingan spekulasi.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 24 Jun 2021 14:54 WIB
Cuma aset spekulatif, Indef dorong pemerintah buat aturan ketat soal kripto

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mendorong pembuat kebijakan untuk segera mengeluarkan peraturan yang lebih ketat mengenai penggunaan kripto.

Ekonom Senior Indef Iman Sugema mengatakan, sejauh ini, kripto lebih banyak digunakan untuk kepentingan spekulasi. Implikasinya, banyak kekayaan terbuang sia-sia untuk hal yang tidak produktif.

"Mata uang kripto itu sampai kapan pun akan menjadi lahan untuk spekulasi. Akibatnya, kalau sifatnya aset spekulatif, bisa jadi pergerakan harganya jauh di atas normal," kata Iman dalam diskusi online Indef, Kamis (24/6).

Dia melanjutkan, pergerakan di atas kewajaran ini harus menjadi perhatian para pembuat kebijakan. Selain itu, aset kripto yang tidak memiliki hubungan dengan penciptaan nilai tambah harus menjadi fokus terbesar dari para pembuat kebijakan, untuk segera mengeluarkan aturan yang lebih ketat. 

Dia mencontohkan, negara seperti China mengusir para penambang kripto dan pemerintahnya mengeluarkan uang kripto dalam bentuk Yuan. Menurutnya, pemerintah Indonesia bisa mempelajari langkah ini, karena sangat krusial bagi negara mengeluarkan aturan yang menguntungkan negara dibanding para penerbit uang kripto. 

"Ke depan harus ada regulasi yang lebih ketat, sehingga ini tidak menjadi operasi penipuan. Sayang sekali kalau keunggulan teknologi ini hanya digunakan untuk spekulasi dan penipuan," ujar dia. 

Sementara itu, Peneliti Center of Innovation and Digital Economy Indef Nur Komaria, mendorong pemerintah untuk mempercepat pembentukan bursa kripto, sehingga membuat kripto legal untuk diperdagangkan. Selanjutnya, dia juga mendorong pemerintah untuk mengkaji dan mengesahkan UU Perlindungan Data Pribadi.

"Pemerintah juga harus memperketat peraturan terkait pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme. Mengingat, Bitcoin dan kripto banyak digunakan untuk pencucian uang dan pendanaan bagi terorisme," ucapnya. 

Sponsored
Berita Lainnya