close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Menteri BUMN Rini Soemarno./AntaraFoto
icon caption
Menteri BUMN Rini Soemarno./AntaraFoto
Bisnis
Rabu, 04 Juli 2018 17:18

Inilah lima kompetensi yang harus dimiliki leader BUMN

 Agar menjadi leader di BUMN, terdapat lima kompetensi utama yang harus dimiliki. Apa saja?
swipe

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki peran dan kontribusi yang sangan penting bagi kemajuan bangsa dan negara. Itulah sebabnya tidak sembarang orang bisa menjadi leader di BUMN.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, mengatakan, untuk menjadi leader di BUMN, terdapat lima kompetensi utama yang harus dimiliki. Pertama, dapat membangun hubungan yang strategis bagi pemangku kepentingan.

Kedua, tajam dalam melihat peluang bisnis, selanjutnya harus bisa menjadi agen perubahan di BUMN yang dipimpin. Kemudian, dapat mengambil keputusan yang selaras dengan tujuan strategis organisasi.

"Terakhir, berani melakukan investasi jangka panjang untuk kelangsungan perusahaan," ungkap Rini dalam keterangan tertulisnya.

Kemitraan strategis dengan para pemangku dilakukan untuk mencapai dan meningkatkan hasil yang optimal dan mampu meningkatkan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.

Dalam hal ketajaman bisnis, pemimpin BUMN harus memiliki kemampuan dalam memanfaatkan peluang untuk mendapatkan keuntungan dan mengembangkan kegiatan bisnis perusahaan.

"Ini yang selalu saya tekankan kepada seluruh pemimpin, baik para direktur utama mapun direksi-direksi di BUMN. Dalam pelaksanaannya, BUMN tidak saja hanya mencetak laba atau keuntungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab, baik di dalam maupun di luar perusahaan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat," jelas Rini.

Sementara itu, sebagai agen perubahan, pemimpin BUMN harus bisa membawa perubahan signifikan pada pertumbuhan organisasi yang berkelanjutan. Pemimpin juga merupakan pengambil keputusan dalam sebuah organisasi perusahaan.

Dengan demikian, keputusan yang diambil harus berdasarkan evaluasi dan pertimbangan berbagai aspek serta pemantauan pelaksanaan yang selaras dengan tujuan strategis organisasi.

"Tak lupa, seorang leader di BUMN juga harus bisa melakukan investasi jangka panjang, dalam hal ini supaya BUMN yang dipimpin dapat berkelanjutan untuk jangka waktu 100 tahun ke depan," pungkasnya.

img
Eka Setiyaningsih
Reporter
img
Sahputra
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan