sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

ITDC: Pengembangan KEK pariwisata bawa dampak ekonomi besar

Ke depannya, pariwisata akan menjadi sumber devisa negara. Tetapi, dalam beberapa kondisi, pariwisata perlu dibuat tertata.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 17 Nov 2020 18:54 WIB
ITDC: Pengembangan KEK pariwisata bawa dampak ekonomi besar
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) mengklaim, tiga kawasan ekonomi khusus (KEK) yang melibatkan ITDC akan membawa dampak ekonomi yang besar secara nasional. Tiga KEK tersebut adalah KEK Mandalika di Nusat Tenggara Barat, KEK Likupang di Sulawesi Utara, dan KEK Singasari di Jawa Timur.

Direktur ITDC Ema Widiastuti mengatakan, ke depannya, pariwisata akan menjadi sumber devisa negara. Tetapi, dalam beberapa kondisi, pariwisata perlu dibuat tertata.

"Orang yang stay di Bali, diberi opsi untuk stay di destinasi lain dengan atraksi yang berbeda," ujar Ema dalam Alinea Forum, Selasa (17/11).

Dia mencontohkan, KEK Mandalika yang dikembangkan ITDC akan memberi atraksi yang berbeda dari Nusa Dua di Bali, dengan menghadirkan sport entertainment. Seperti diketahui, kawasan KEK Mandalika akan dilengkapi dengan street circuit untuk menggelar lomba balap MotoGP.

Sponsored

Dengan pengembangan KEK Mandalika ini, menurut Ema akan menarik investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) hingga lebih dari US$1 miliar dalam waktu 15 tahun. Selain itu, kawasan ini juga akan menyerap lebih dari 26.000 tenaga kerja.

Kemudian kawasan KEK Likupang untuk marina tourism hub, diperkirakan menyerap tenaga kerja hingga 6.375 orang pada 2040. Selain itu, pajak daerah Sulawesi Utara diproyeksikan bisa meningkat mencapai Rp5,4 triliun pada 2040 dengan adanya KEK ini.

Sementara untuk KEK Singasari yang dikembangkan untuk digital tourism, diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja hingga 16.018 orang hingga 2038. Pajak daerah Malang pun diproyeksikan meningkat, hingga mencapai Rp1,07 triliun pada 2038.

Berita Lainnya