sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jasa Marga genjot Tol Japek Elevated dan JORR 2

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menggenjot pengerjaan proyek tol layang Jakarta-Cikampek dan lingkar luar Jakarta 2 pada tahun ini.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 18 Jul 2019 22:30 WIB
Jasa Marga genjot Tol Japek Elevated dan JORR 2
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.024.298
Dirawat 149.388
Meninggal 28.855
Sembuh 831.330

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menggenjot pengerjaan proyek tol layang Jakarta-Cikampek dan lingkar luar Jakarta 2 pada tahun ini.

Sekretaris Perusahaan Jasa Marga Mohamad Agus Setiawan mengatakan penyelesaian ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) elevated dan Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR2) bakal dikebut pada paruh kedua tahun ini.

Konstruksi JORR2 yang menghubungkan Tol Jagorawi hingga Bandara Soekarno-Hatta itu ditargetkan dapat rampung tahun ini.

"Selain ke Japek elevated, kami juga menyelesaikan JORR 2. Jadi ada ruas dari Cinere-Serpong, Serpong-Kunciran, dan Kunciran-Cengkareng," kata Agus di Perbanas, Jakarta, Kamis (18/7).

Agus melanjutkan tahun ini prioritas emiten bersandi saham JSMR tersebut lebih dialihkan ke JORR2 lantaran volume lalu lintas di kawasan Jabodetabek sangat tinggi dan terjadi kemacetan di mana-mana. 

"Sedangkan tol yang di Manado-Bitung, dan Balikpapan-Samarinda kami kerjakan sesuai jadwal. Cuma dari tingkat kepadatan lalu lintasnya, JORR2 ini yang akan menjadi prioritas utama," kata Agus.

Untuk skema pembiayaan baru, Agus mengatakan JSMR masih belum menempuh skema alternatif pembiayaan, termasuk divestasi kepemilikan di level anak usaha.

"Jasa Marga saat ini pembiayaannya pasti dari perbankan. Kedua juga sudah punya skema pembiayaannya, mulai dari restrukturisasi utang, kemudian obligasi di anak perusahaan. Kalau ada skema pembiayaan yang baru, nanti akan kami sampaikan," ujar Agus.

Sponsored

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) bulan Mei lalu, Jasa Marga tahun ini berencana menerbitkan dua obligasi baru untuk pendanaan proyek jangka menengah. Kedua obligasi tersebut adalah step up coupon bond dan zero coupon bond.

Akan tetapi, pada saat itu perseroan tak menargetkan berapa besaran dana yang akan diperoleh dengan penerbitan dua obligasi ini.

Tercatat, hingga saat ini Jasa Marga memiliki konsesi jalan tol 1.527 kilometer. Dari jumlah konsesi itu, perseroan telah mengoperasikan jalan tol sepanjang 1.041 kilometer.

Hingga akhir Juni 2019, jalan tol Japek elevated sepanjang 36,4 kilometer tersebut telah rampung 86%. Ditargetkan, konstruksi tol yang membentang dari Cikunir-Karawang Barat tersebut akan rampung pada September untuk kemudian dilakukan uji layak.

Emisi Sukuk

Sementara itu, Jasa Marga melalui PT Jasa Marga Pandaan Tol, menerbitkan sukuk ijarah jangka menengah senilai Rp785 miliar. 

Berdasarkan keterbukaan informasi di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Jasa Marga Pandaan Tol menawarkan sukuk ijarah dalam dua seri. Seri A senilai Rp100 miliar dengan cicilan imbalan ijarah 8,5% bertenor tiga tahun. 

Kemudian seri B senilai Rp685 miliar dengan cicilan imbalan ijarah 9% bertenor lima tahun. Frekuensi pembayaran cicilan imbalan ijarah dilakukan setiap tiga bulan. Distribusi sukuk dilakukan pada 17 Juli 2019.

PT Mandiri Sekuritas dan PT Bahana Sekuritas bertindak sebagai arranger penerbitan sukuk Jasa Marga Pandaan Tol. Sementara PT Bank Mega Tbk menjadi agen pemantau.

Komposisi pemegang saham Jasa Marga Pandaan Tol adalah 92,20% dikuasai Jasa Marga, dan 7,80% digenggam oleh PT Jalan Tol Kabupaten Pasuruan.

Perusahaan ini merupakan pengelola ruas jalan tol Gempol-Pandaan sepanjang 13,61 kilometer. Total biaya investasi ruas ini mencapai Rp1,47 triliun, dan memiliki masa konsesi selama periode 2012-2049.

Pada perdagangan Kamis (18/7), saham JSMR ditutup melejit 4,22% sebesar 250 poin ke level Rp6.175 per lembar. Kapitalisasi pasar saham JSMR mencapai Rp44,81 triliun dengan imbal hasil 29,48% dalam setahun terakhir.

Berita Lainnya