close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya di acara peresmian pembukaan perdagangan BEI 2023, Senin (2/1/2023). Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden
icon caption
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya di acara peresmian pembukaan perdagangan BEI 2023, Senin (2/1/2023). Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden
Bisnis
Senin, 02 Januari 2023 11:18

Jokowi optimistis ekonomi Indonesia di 2023 tumbuh di atas 5%

Semua harus optimistis dalam menyelesaikan tantangan yang ada dan bisa mengarungi 2023.
swipe

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi kinerja bursa saham Indonesia yang dicerminkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2022 dengan kinerja positif. Padahal, sepanjang 2022, perekonomian global termasuk Indonesia, masih dalam tekanan.

Memasuki tahun 2023, Jokowi pun optimistis jika kinerja positif IHSG akan terus berlanjut dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional, yang ia prediksi tumbuh di atas 5%.

“IHSG kita di 2022 mengalami kenaikan 4,1% dibandingkan bursa-bursa negara lain yang justru turun sangat tajam. Kita tentu patut bersyukur dengan ini,” kata Jokowi saat pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) 2023, Senin (2/1).

Ia bilang, prestasi IHSG 2022 terbukti baik dari kapitalisasi pasar yang tumbuh selama 2022 sebesar 15% atau mencapai Rp9.499 triliun.

“Ini bukan angka yang kecil, ini sebuah angka yang besar,” kata Jokowi menegaskan.

Jokowi juga semakin optimistis dengan kondisi pasar modal Indonesia di 2023. Ia yakin kondisinya menjanjikan. Alasannya, di 2022 investor, pasar modal Indonesia sudah didominasi 55% investor domestik. Dari 55% investor domestik, 58,7% merupakan generasi milenial dan gen Z.

“55% adalah anak-anak muda di bawah 30 tahun dan 70% adalah di bawah 40 tahun. Artinya ini prospek ke depan, betul-betul masih sangat menjanjikan,” tutur Jokowi.

Meski demikian, ia mengimbau agar seluruh pihak tetap waspada dan berhati-hati dalam menghadapi tantangan di 2023, terutama ekonomi global yang masih dalam ketidakpastian. Tetapi Jokowi tetap optimistis dengan ekonomi nasional yang masih akan tumbuh selama 2023.

“Kita berharap ekonomi masih tumbuh di atas 5%. Kalau 2022 kan sudah dipastikan di atas 5%, tetapi kita berharap di 2023 juga masih di atas 5%. Kita semua harus optimistis dalam menyelesaikan tantangan yang ada dan bisa mengarungi 2023 sebagai tahun ujian dengan ekonomi yang lebih baik,” ujar Jokowi.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyampaikan, sektor keuangan termasuk pasar modal pada 2023 akan terus melakukan peningkatan integritas, akuntabilitas, dan kredibilitas, yang ditopang dengan pelaksanaan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Pelaksanaan Undang-Undang P2SK menjadi tugas bagi Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), OJK, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

“KSSK akan menjalankan tugas secara konsisten dalam membangun sektor keuangan yang kuat, stabil, kredibel, akuntabel, dan tentu dipercaya,” tutur Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengakui 2023 bakal menjadi tahun ujian dalam mengendalikan inflasi global, mencegah resesi, dan pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Maka dalam P2SK akan dilakukan perluasan akses keuangan, sumber pembiayaan jangka panjang untuk pembangunan terutama infrastruktur perlu ditingkatkan, daya saing bursa perlu ditingkatkan, dan sektor keuangan serta peningkatan instrumen serta regulasi dalam memitigasi risiko, dan meningkatkan perlindungan konsumen juga terus dilakukan.

“Penerapan prinsip aktivitas sama risiko dan regulasi yang setara juga jadi sangat penting,”ujar Sri Mulyani.

img
Erlinda Puspita Wardani
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan