sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kadin dorong serapan karet untuk bahan bakar nabati

Harga karet di pasar terus merosot dalam lima tahun terakhir.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 20 Jan 2020 13:26 WIB
Kadin dorong serapan karet untuk bahan bakar nabati

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan produksi karet nasional sudah melebihi kebutuhan dalam negeri. Akibatnya, harga karet di pasar terus merosot dalam lima tahun terakhir.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian Johnny Darmawan mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara penghasil karet terbesar di dunia dengan total produksi pada 2019 mencapai 3,55 juta ton. Sementara luas seluruh area perkebunan karet mencapai 3,4 juta hektare.

Johnny Darmawan mengatakan industri karet alam harus mulai mendorong penyerapan bahan baku karet menjadi minyak nabati

“Agar petani tidak tambah rugi maka harus ada upaya lain untuk meningkatkan ketahanan para petani melalui pemanfaatan karet dan biji karet sebagai bahan baku bahan bakar nabati selain kelapa sawit," kata Johnny di Jakarta, Senin (20/1).
 
Johnny juga mengatakan serapan untuk industri terbilang rendah. Industri ban yang sebagian besar menyerap produksi lateks, hanya mampu menyerap 70% konsumsi karet alam nasional.

"Untuk itu, pemerintah harus mendorong pengembangan bahan bakar nabati berbasis karet dan pemanfaatannya di dalam negeri sebagai bahan buatan energi yang berdaya saing," ujarnya.

Selain sebagai bahan dasar industri ban, karet juga dapat digunakan untuk industri lainnya, seperti bahan baku campuran aspal, bantalan jembatan, serta berpotensi untuk pemanfaatan bahan bakar nabati. 

Menurutnya, biji karet memiliki nilai yang sama dengan kelapa sawit sebagai bahan bakar nabati. Biji karet dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran untuk memproduksi biodiesel 30% (B30) dan turunan kelapa sawit.

"Potensi karet ini sama dengan kelapa sawit, dapat dimanfaatkan juga untuk membuat biodiesel, seperti B30 dan B20," ucapnya.

Sponsored
Berita Lainnya