sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kadin usulkan swasta bisa distribusikan vaksin

Vaksinasi ini juga membawa harapan bagi pemulihan ekonomi dan dunia usaha di masa mendatang.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 14 Jan 2021 16:07 WIB
Kadin usulkan swasta bisa distribusikan vaksin
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) meminta kepada pemerintah agar pihak swasta mendapatkan akses vaksin mandiri. Alasannya, untuk mendorong percepatan vaksinasi secara nasional. 

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani berujar, jika akses vaksin diberikan kepada kalangan dunia usaha dan karyawan terlebih dahulu, akan dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

"Jika vaksinasi ini bisa cepat dilakukan kepada karyawan, pekerja, maupun kalangan dunia usaha, harapannya akan mempercepat pemulihan ekonomi juga," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (14/1).

Dalam rangka mengakselerasi proses vaksinasi ini, swasta diusulkan agar dapat mendistribusikan vaksin yang ada dalam list Kementerian Kesehatan, yang sudah mendapatkan izin dari BPOM kepada masyarakat sesuai dengan peraturan yang ada.

Di samping itu, Kadin pun mengimbau masyarakat untuk tidak takut atau khawatir dalam pelaksanaan vaksinasi karena sudah dinyatakan aman dan halal oleh BPOM dan MUI.

"Mari sukseskan vaksinasi karena ini untuk kepentingan kita bersama. Vaksinasi ini memberikan rasa aman dan kepastian untuk kesehatan dan iklim perekonomian kita" ucapnya.

Rosan pun mengapresiasi vaksinasi Covid-19 perdana yang dilakukan pemerintah pada Rabu, (13/1). Selain merupakan hal yang ditunggu-tunggu banyak pihak, vaksinasi ini juga membawa harapan bagi pemulihan ekonomi dan dunia usaha di masa mendatang.

"Kita tentunya menyambut baik dan sangat mengapresiasi pemerintah karena memang inilah yang kita butuhkan ke depannya agar sektor kesehatan dan ekonomi yang terdampak bisa terkendali dan tumbuh di 2021," ujar dia.

Sponsored

Seperti diketahui, vaksinasi ini dilakukan setelah BPOM mengeluarkan izin penggunaan darurat. Hasil evaluasi BPOM menunjukkan, Sinovac memiliki efikasi sebesar 65,3%, lebih tinggi dari standar WHO sebesar 50%.

Berita Lainnya