sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Akibat pandemi, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan turun hingga 3 juta

Angka kepesertaan pekerja di 2020 mengalami penurunan menjadi 51 juta orang.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 18 Jan 2021 19:01 WIB
Akibat pandemi, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan turun hingga 3 juta

Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan turun pada 2020. Padahal, sejak 2016 hingga 2019, jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan mengalami peningkatan.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menjelaskan, penurunan tersebut terjadi akibat perusahaan terdampak pandemi Covid-19.

"Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dari 2016 hingga 2020, ada kenaikan di tahun 2016 sampai 2019. Tapi 2020 ada penurunan karena banyak perusahaan yang mengalami atau terdampak pandemi Covid-19," kata Ida saat melakukan rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senin (18/1).

Dia menjelaskan, pada 2020 kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan berkurang 3 juta orang. Kemenaker menyebut, angka kepesertaan pekerja di 2019 mencapai 54 juta orang, tetapi di 2020 mengalami penurunan menjadi 51 juta orang.

Ida melanjutkan, penurunan kepesertaan ini terjadi di hampir semua jenis jaminan. Yaitu dari Jaminan Kesehatan, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun hingga Jaminan Kematian.

Dia mencontohkan, pada 2016 hingga 2019, kepesertaan dua program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) tercatat naik hingga 34,3 juta peserta. Namun, pada 2020 akibat adanya pandemi, kepesertaan dua program ini turun menjadi 31 juta peserta.

"Kemudian Jaminan Pensiun, saya kira trennya sama naik sampai 2019 dan turun tahun 2020. Kemudian kepesertaan Jaminan Hari Tua di 2019 naik, 2020 juga turun," ucap dia.

 

Sponsored
Berita Lainnya