sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Laba naik, Astra International bagi dividen Rp8,67 triliun

ASII menebar dividen dengan rasio 40% dari laba bersih konsolidasi perseroan tahun buku 2018 senilai Rp 21,67 triliun.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Kamis, 25 Apr 2019 14:12 WIB
Laba naik, Astra International bagi dividen Rp8,67 triliun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 80094
Dirawat 37247
Meninggal 3797
Sembuh 39050

PT Astra International Tbk. (ASII) membagikan dividen senilai Rp8,67 triliun. ASII menebar dividen dengan rasio 40% dari laba bersih konsolidasi perseroan tahun buku 2018 senilai Rp 21,67 triliun.

Direktur Utama PT Astra Internasional Prijono Sugiarto mengatakan pembagian dividen ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (Rp8RUPST) yang dilakukan di Menara Astra, Jakarta, Kamis (25/4).

"Dividen yang dibagikan ke pemegang saham Rp214,13 per saham atau seluruhnya berjumlah Rp8,67 triliun," kata Prijono di Menara Astra, Jakarta, Kamis (25/4).

Prijono mengatakan, pembagian keuntungan itu sudah termasuk dividen interim yang telah dibagikan ASII pada 31 Oktober 2018 senilai Rp60 per saham atau setara Rp2,4 triliun. 

"Dengan demikian, sisa dividen yang akan dibagikan pada tahun ini hanya Rp154,13 per saham atau Rp6,2 triliun," katanya.

Adapun dividen dengan jumlah Rp6,2 triliun itu akan dibayarkan mulai 24 Mei 2019 kepada pemegang saham perseroan yang namanya tercatat pada 8 Mei 2019 pukul 2019.

Sebagai informasi, Astra International membukukan laba bersih sepanjang 2018 mencapai Rp 21,67 triliun, naik 15% dibandingkan dengan laba periode yang sama pada 2017 senilai Rp 18,85 triliun.

Kenaikan laba bersih ini seiring dengan pendapatan perseroan yang naik hingga 16% menjadi Rp 239,21 triliun dari sebelumnya Rp 206,06 triliun. Pertumbuhan pendapatan terjadi pada hampir semua segmen bisnis, terutama dari segmen bisnis alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, serta otomotif.

Sponsored

Selain pembagian dividen, RUPST juga menerima pengunduran diri Takayuki Yoshitsugu sebagai komisaris independen perseroan.

"Kami juga menunjuk bapak Djony Bunarto Tjondro sebagai Wakil Presiden Direktur Perseroan untuk mendampingi saya," kata Prijono.

Selanjutnya RUPST ASII mengangkat Akihiro Murakami sebagai komisaris independen perseroan. Lalu, John Raymond Witt sebagai komisaris, Stephen Patrick Gore sebagai komisari dan FXL Kesuma sebagai direktur.

Berikut susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi :

Direktur 
Presiden Direktur : Prijono Sugiarto 
Wakil Presiden Direktur : Djony Bunarto Tjondro 
Direktur : Johannes Loman 
Direktur : Suparno Djasmin 
Direktur : Bambang Widjanarko Santoso 
Direktur : Chiew Sin Cheok 
Direktur : Gidion Hasan 
Direktur : Henry Tanoto 
Direktur : Santosa 
Direktur : Gita Tiffani Boer 
Direktur : FXL Kesuma

Komisaris 
Presiden Komisaris : Budi Setiadharma 
Komisaris Independen : Muhamad Chatib Basri 
Komisaris Independen : Sri |ndrastuti Hadiputranto
Komisaris : Akihiro Murakami 
Komisaris : Anthony John Liddell Nightingale
Komisaris : Benjamin William Keswick
Komisris : Mark Spencer Greenberg 
Komisaris : David Alexander Newbigging
Komisaris : John Raymond Witt

Berita Lainnya