sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Lulusan SMK dominasi pengangguran terbuka di Jatim

Hanya 20,96 dari 22,26 juta angkatan kerja di Jatim yang bekerja.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Jumat, 04 Des 2020 07:23 WIB
Lulusan SMK dominasi pengangguran terbuka di Jatim
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

Lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) menjadi kelompok tertinggi pengangguran terbuka di Jawa Timur (Jatim). Demikian disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Himawan Estu Bagijo, Kamis (3/12).

“Saat pendemi, pengangguran terbuka meningkat dari 3,92% naik menjadi 5,804%, dari angka sekitar 840.000 menjadi 1,3 juta. Dan tingkat pengangguran terbuka Ini kebanyakan diduduki oleh mereka yang pendidikan SMK sejumlah 11,89%,” katanya. 

Berdasarkan data per Agustus 2020, penduduk usia kerja di Jatim mencapai 31,66 juta jiwa. Sebesar 22,26 juta di antaranya tergolong angkatan kerja, tetapi hanya 20,96 juta yang bekerja.

Dia menambahkan, sebanyak 68.740 warga Jatim menjadi pekerja migran pada 2020. Sebesar 25.886 di antaranya tenaga kerja formal dan sisanya informal.

Mayoritas bekerja di Taiwan mencapai 31.988 orang, lalu Hong Kong 23.785 orang, dan Malaysia 11.662 orang. Adapun remitansi pekerja migran mencapai Rp7,474 triliun.

Jumlahnya menyusut pada tahun ini seiring berlakunya Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 151 Tahun 2020. "Jumlah penempatan PMI (pekerja migran Indonesia) asal Jawa Timur hanya mencapai 17.981 dengan jumlah tenaga kerja formal 5.963 dan tenaga kerja sebanyak 12.000 orang," jelasnya.

Menurut Himawan, perlu memperhatikan implementasi penerapan digitalisasi di sektor industri dan jasa dalam rangka persaingan dan efisiensi usaha dalam dunia usaha. Alasannya, kondisi ini akan berdampak terhadap perkembangan investasi di Jatim dan bermuara pada fluktuasinya angka peluang dan kesempatan kerja.

Saat era masyarakat ekonomi ASEAN ini dan pasar global, sambung dia, persaingan kian ketat. Alasannya, hanya membuka peluang kerja bagi tenaga terampil.

Sponsored

"Kita perlu mempersiapkan tenaga kerja dengan skill dan kompetensi yang mendukung daya saing yang memadai. Sehingga, mampu bersaing dengan pekerja dari daerah lain maupun negara lain," tandasnya, melansir situs web Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

Serba salah vaksin Nusantara

Serba salah vaksin Nusantara

Senin, 01 Mar 2021 06:17 WIB
Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Jumat, 26 Feb 2021 15:24 WIB
Berita Lainnya