sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penjualan pakan ternak naik, Malindo Feedmill balik kerugian jadi laba bersih semester I-2021

Perseroan membukukan laba bersih senilai Rp128,6 miliar, dari rugi bersih senilai Rp44,2 miliar di semester I-2020.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 02 Agst 2021 17:25 WIB
Penjualan pakan ternak naik, Malindo Feedmill balik kerugian jadi laba bersih semester I-2021

Produsen pakan ternak PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN) membalikkan kondisi rugi bersih di tahun sebelumnya, menjadi laba bersih di semester I-2021 ini. Malindo Feedmill tercatat membukukan laba bersih senilai Rp128,6 miliar, dari rugi bersih senilai Rp44,2 miliar di semester I-2020.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan semester I-2021 yang terbit hari ini, Senin (2/8), penjualan bersih perseroan naik 43,45% menjadi Rp4,5 triliun, dari Rp3,19 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. 

Peningkatan penjualan bersih tersebut disumbang dari penjualan pakan yang naik 39,02% menjadi Rp2,87 triliun, dari Rp2,06 triliun secara tahunan atau year on year (YoY). Kemudian, peningkatan penjualan perseroan juga didukung oleh peningkatan penjualan anak ayam atau itik usia sehari menjadi Rp866,8 miliar, naik 68,38% dari Rp514 miliar secara YoY.

Begitu juga dengan penjualan ayam pedaging yang naik 55,03% menjadi Rp645,7 miliar, dari Rp416,5 miliar secara tahunan. Penjualan lain-lain perseroan juga meningkat 32,44% menjadi Rp127,8 miliar, dari Rp96,5 miliar secara tahunan.

Sponsored

Namun, penjualan di pos makanan olahan perseroan tercatat turun 34,91% semester I-2021 ini. Emiten pemilik jenama Sunny Gold ini mencatatkan penjualan makanan olahan sebesar Rp63,4 triliun di semester I-2021, dari Rp97,4 triliun secara tahunan. 

Adapun, jumlah aset perseroan tercatat meningkat menjadi Rp5,1 triliun per 30 Juni 2021, dari Rp4,6 triliun di akhir Desember 2020.

Liabilitas perseroan tercatat naik menjadi Rp2,93 triliun di akhir semester I-2021, dari Rp2,5 triliun per 31 Desember 2020. Sementara jumlah ekuitas perseroan juga tercatat naik menjadi Rp2,1 triliun di enam bulan pertama 2021, dari Rp1,98 triliun di akhir 2020. 

Berita Lainnya