sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menagih janji John Riady tuntaskan Meikarta

Di tangan bos baru PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) John Riady, nasib megaproyek Meikarta yang penuh kontroversi dipertaruhkan.

Eka Setiyaningsih Soraya Novika
Eka Setiyaningsih | Soraya Novika Kamis, 21 Mar 2019 21:00 WIB
Menagih janji John Riady tuntaskan Meikarta
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 278722
Dirawat 61379
Meninggal 10473
Sembuh 206870

Enam menara menjulang tinggi di pusat kota terpadu Meikarta, Cikarang, Jawa Barat. Keenam gedung yang belum rampung itu berada di District 1 yang merupakan jantung Meikarta. Crane dan sejumlah alat berat masih terpasang di antara bangunan-bangunan jangkung saat Alinea.id mengunjungi proyek besutan PT Mahkota Sentosa Utama, anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) tersebut pada Jumat (15/3).  

Tidak jauh dari gedung-gedung tadi, berdiri lifestyle center atau pusat hiburan dan kuliner. Salah satu lifestyle mall yang sudah mengisi distrik itu yakni Maxxbox, pusat belanja mungil milik Lippo Group yang hanya berisi tenant food and beverage (fnb). Di mall itu juga terdapat gerai penjualan Meikarta.

“Ya, penjualan masih berlanjut. Hunian untuk tipe studio bahkan sudah habis terjual,” ujar salah satu agen penjual kepada Alinea.id.

District 1 Meikarta. Alinea.id/Annisa Rahmawati

Harga melambung

Dalam grand masterplan Meikarta yang bisa dibaca lokasi proyek, kota baru ini terbagi menjadi empat wilayah utama. Pertama, District 1 yang terdiri dari hunian utama, pusat perbelanjaan, kuliner, bioskop, dan panggung hiburan. Kedua, University District untuk pusat edukasi mulai dari sekolah dasar hinggi perguruan tinggi serta pusat penelitian. 

Ketiga, Industrial District yang menjadi pusat perkantoran dan industri. Distrik ini juga menyediakan hunian berkonsep rusun khusus pekerja yang kerja di wilayah tersebut. Terakhir, Central Park yang merupakan ruang terbuka hijau (RTH) seluas 100 ha untuk tempat bermain anak, rekreasi, jogging, bersepeda dan lain sebagainya.

Agen penjual Meikarta mengklaim progress pembangunan apartemen di District 1 Meikarta sudah mencapai 70%. Menurut dia, hunian vertikal tersebut siap dihuni pada Februari 2020.

Sponsored

Meski demikian, pembangunan dua distrik yakni Industrial dan University belum dimulai karena terkendala perizinan lahan. Agen tersebut mengatakan perizinan lahan akan segera diselesaikan, sehingga distrik tersebut bisa mulai dibangun setelah District 1 rampung.

Menurut agen itu, harga apartemen di Meikarta sudah melambung hingga Rp300 juta untuk tipe dua kamar. Bahkan, harga tertinggi hunian ini dipatok Rp800 juta per unit.

Padahal, saat diluncurkan pada 2017, hunian ini dijual dengan harga kurang dari Rp200 juta. Bahkan, tipe studio dibanderol dengan harga Rp120 juta per unit. Dengan harga demikian, pembeli bisa mencicil hanya dengan Rp1 juta-2 juta per bulan.

Meikarta juga sudah menghilangkan promo uang muka (down payment/DP) nol persen. Namun, hunian di Meikarta tetap bisa dicicil selama 10, 15, dan 20 tahun dengan DP mulai dari 5% hingga 15%.

Lifestyle Center Meikarta. Alinea.id/Annisa Rahmawati

Sempat terhenti

Berada cukup jauh dari District 1, danau di Central Park Meikarta sudah terbangun. Di fasilitas umum (fasum) seluas 100 hektare (ha) yang menjadi andalan Meikarta ini, sudah terpasang wahana bermain untuk anak. Terlihat juga beberapa warga yang datang ke Central Park untuk sekedar santai.

Namun demikian, pembangunan Meikarta disebut sempat terhenti sejak Mei 2018 hingga November 2018 atau sekitar enam bulan. Saat ditemui di sekitar Central Park, seorang warga yang tinggal di pemukiman belakang Meikarta, mengaku tak melihat para pekerja datang ke sana, atau alat berat bergerak selama rentang waktu tersebut.

"Selama empat sampai enam bulan itu mati kelihatannya," ujar warga yang enggan disebut namanya itu.

Kabar miring ini disebutnya berdampak pada para pembeli. Beberapa kerabatnya yang pernah membayar uang muka proyek tersebut sampai berhenti membayar angsuran kredit apartemen Meikarta. Sebab, mereka mengaku tak mendapat kejelasan informasi dari pihak Meikarta soal keberlanjutan proyek tersebut.

Kekhawatiran ini sebetulnya tidak mengherankan. Dalam enam bulan terakhir, Lippo Group dihajar isu panas terus menerus. Perusahaan dikabarkan melego 50,01% saham Mahkota Sentosa Utama (MSU) sebagai pengembang Meikarta kepada perusahaan China Hasdeen Holdings Ltd. dan Masagus Ismail Ning.

Selain itu, patgulipat perizinan lahan Meikarta juga beruntut pada gugatan pidana ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Direksi Lippo Group dilaporkan menyuap sejumlah pejabat di tingkat daerah untuk memuluskan izin Meikarta. Hingga kini, kasusnya masih berada di meja pengadilan.

Berita Lainnya