close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Logo Goto. Foto istimewa
icon caption
Logo Goto. Foto istimewa
Bisnis
Kamis, 14 Desember 2023 18:26

Menanti kinerja saham GOTO setelah pembelian saham Tokopedia oleh ByteDance

 GOTO dinilai memiliki prospek kinerja yang lebih cerah dibanding sebelumnya setelah pembelian 75% saham PT Tokopedia oleh ByteDance.
swipe

Isu TikTok mengakuisisi Tokopedia akhirnya benar-benar terjadi. Ini setelah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), mengeluarkan pernyataan resmi pada Senin (12/12). Di mana, GOTO menyebut, telah terjadi kemitraan strategis untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dengan fokus pada pemberdayaan serta perluasan pasar bagi pelaku UMKM nasional.

Sebagai bagian dari kemitraan strategis tersebut, bisnis Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia akan dikombinasikan di bawah PT Tokopedia, di mana TikTok akan memiliki pengendalian atas PT Tokopedia. Fitur layanan belanja dalam aplikasi TikTok di Indonesia akan dioperasikan dan dikelola oleh PT Tokopedia.

Kemitraan strategis ini, diawali dengan periode uji coba yang dilaksanakan dengan konsultasi dan pengawasan dari kementerian serta lembaga terkait. Program yang akan diluncurkan di masa uji coba ini adalah kampanye Beli Lokal dimulai pada 12 Desember 2023 bertepatan dengan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas)-inisiatif pemerintah Indonesia yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital melalui pemberdayaan UMKM lokal. 

Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Christopher Rusli mengatakan, GOTO dinilai memiliki prospek kinerja yang lebih cerah dibanding sebelumnya setelah pembelian 75% saham PT Tokopedia (Tokped) oleh ByteDance yang mengendalikan TikTok. Dia meyakini, kinerja adjusted EBITDA perseroan akan semakin cepat positif dibanding prediksi sebelumnya.

Prospek GOTO itu didukung oleh lima faktor. Pertama, prediksi dikuasainya pangsa pasar gross merchandise value (GMV) e-commerce setelah akuisisi Tokped oleh TikTok sekitar 40%-50% (sebelumnya Shopee 36%, Tokped 35%, dan TikTokShop 5%). Kedua, keuangan yang lebih fleksibel. Ketiga, keuntungan dari penjualan live (live commerce) karena pengguna TikTok di Indonesia adalah tertinggi kedua di dunia. 

Keempat, potensi cross selling 125 juta pengguna TikTok untuk layanan dan produk lain GOTO. Dan kelima, penurunan beban biaya GOTO karena beban Tokped tidak lagi terkonsolidasi ke kinerja GoTo Gojek Tokopedia.

Meskipun masih merekomendasi hold untuk GOTO, dia mengatakan, saat ini rekomendasi tersebut masih dalam kajian untuk diubah (under review). Hal itu seiring dengan berita akuisisi mayoritas saham Tokopedia yang baru dilakukan TikTok. Karena itu, Mirae Asset Sekuritas Indonesia masih memantau perkembangan dari emiten-emiten keuangan digital dan sektor terkait, termasuk detail resmi akuisisi saham Tokopedia senilai US$1,5 miliar tersebut.

Sementara praktisi analisis teknikal Roberto Setia memperkirakan dalam satu minggu ke depan, harga saham GOTO masih akan bergerk sideways dkisaran Rp78-Rp117. Dia pun meyakini kalau keberadaan TikTok ke Tokopedia bakal membantu UMKM.

"Harus bersikap positif atas aksi korporasi tersebut. Apalagi UMKM sangat membantu perkembangan ekonomi Indonesia. Berarti kalau UMKM maju, maka ekonomi makin bertumbuh. Ini akan berdampak pada IHSG," kata dia dalam program Money Hunter Astronacci bersama Sucor Premiere yang dipantau online, Kamis (14/12).

Di era digital seperti saat ini, maka transformasi digital harus terus dilakukan oleh UMKM. Apalagi pemerintah telah menargetkan era Indonesia Emas 2045. Karena ada kerugian kalau tidak melakukan transformasi digital. Di antaranya, bisnis bakal di situ aja alias skala bisnis bakal kecil. Sementara kalau melakukan transformasi digital, maka landscape bisnis akan makin besar dan ekosistem bisnis akan makin besar dan luas.

Itu berarti bisnis akan semakin maju yang artinya akan mendongkrak perputaran uang di Indonesia. Yang artinya menarik investor luar negeri dan akan berdampak pada pasar modal tanah air. Jadi, antara bisnis dan pasar modal itu inline

Sementara, berdasarkan data BEI dalam empat hari terakhir, kinerja saham GOTO cenderung fluktuatif. Pada 11 Desember, harga pembukaan GOTO di level Rp109 sedangkan penutupan Rp86. Pada 12 Desember, harga pembukaan GOTO di level Rp86 dan penutupan Rp94. Pada 13 Desember, harga pembukaan GOTO Rp93 dan penutupan Rp89.

Kemudian pada 14 Desember, harga pembukaan GOTO di level Rp86 dan ditutup Rp94. Saham GOTO juga berada diurutan pertama untuk soal top trading pada perdagangan hari ini, yakni sebesar Rp8,868 triliun atau 36,85% dari perdagangan yang terjadi, dengan volume 8,9 miliar saham.

Namun sayangnya, harga saham GOTO pada hari ini, masih jauh di bawah saat pelaksanaan pencatatan saham perdana (IPO) pada 11 April 2022. Saat itu, saham GOTO diperdagangkan diharga Rp338 per saham. Jika dilihat secara tren, maka bisa dikatakan harga saham GOTO cenderung mengalami penurunan sejak melantai bursa. Tentu semua pihak berharap dengan aksi korporasi tersebut, bisa kembali meningkatkan harga saham GOTO. 

Emiten teknologi digital & e-commerce

Indonesia optimistis industri keuangan digital akan semakin berkembang tahun depan seiring dengan kemampuan pelaku industrinya menutup kerugian ketika daya beli masyarakat diprediksi meningkat sehingga memicu gencarnya pembelian barang. 

Christopher Rusli, menilai emiten-emiten teknologi digital ke depannya akan sangat diuntungkan jika prediksi tren penurunan suku bunga global akan terealisasi pada 2024. Penurunan suku bunga diyakini akan menggenjot daya beli masyarakat sehingga mendorong kinerja perusahaan-perusahaan tersebut.

“Kami menilai perusahaan-perusahaan teknologi dan keuangan digital berpotensi untuk membukukan EBITDA disesuaikan (adjusted EBITDA) yang positif dalam beberapa tahun ke depan jika tren penurunan suku bunga akan terealisasi pada akhir tahun depan,” ujar Christopher, Kamis (14/12).

Adjusted EBITDA adalah laba sebelum beban bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) disesuaikan dengan mengecualikan hitungan dari pendapatan yang tidak berkelanjutan (non-recurring), tidak biasa, dan hanya satu waktu. Hitungan adjusted EBITDA lumrah digunakan untuk membandingkan beberapa perusahaan yang bisnisnya beragam tetapi berada di industri yang sama. 

img
Hermansah
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan