sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

MRT Jakarta-Adhi Karya teken kontrak pembangunan MRT Fase II

Konstruksi MRT Fase II Bundaran HI-Kota akan dimulai pada Maret 2020.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 17 Feb 2020 10:16 WIB
MRT Jakarta-Adhi Karya teken kontrak pembangunan MRT Fase II
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2491
Dirawat 2090
Meninggal 209
Sembuh 192

PT MRT Jakarta (Perseroda) dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan Shimizu Corporation Indonesia sebagai konsorsium pemenang tender menandatangani kontrak pembangunan proyek MRT Fase IIA dari Bundaran HI hingga Harmoni (CP 201) senilai Rp4,5 triliun.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan pembangunan proyek Moda Raya Terpadu (MRT) Fase II paket CP201 ini dimulai pada Maret 2020. Konstruksi proyek akan dikerjakan oleh Shimizu-Adhi Karya JV (SAJV). SAJV akan membangun dua terowongan dan stasiun MRT bawah tanah, yaitu Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas.

"Dua stasiun ini merupakan bagian dari fase kedua yang terbagi menjadi dua proyek. Fase IIA dari Thamrin hingga Kota, dan IIB dari Kota ke Ancol Barat," kata William di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Senin (17/2).

William mengungkapkan pembangunan proyek MRT Fase IIA sepanjang 2,8 kilometer (km) ini ditargetkan rampung pada Desember 2024. Dalam pembangunan MRT Fase II ini, William memastikan MRT akan terintegrasi langsung dengan moda transportasi lainnya seperti Transjakarta.

"Kalau selesai, maka Jakarta akan memiliki satu jaringan yang membujur dari Lebak Bulus hingga Ancol Barat dengan 15 stasiun bawah tanah dan delapan stasiun layang," ujar Wiliam.

Sementara itu, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta SIlvia Halim menjelaskan pembangunan MRT Fase II tersebut memakan waktu yang cukup lama karena terdapat tantangan teknis yang berbeda dibandingkan fase pertama.

"Fase II ini memakan waktu 58 bulan periode pembangunan karena memang ada tantangan teknis. Contohnya kondisi tanah yang lebih lunak, pembangunan yang melewati banyak bangunan tua dan juga Sungai Ciliwung," tutur Silvia.

Dengan demikian, Silvia melanjutkan, metode pembangunan MRT Fase 2 ini harus lebih baik dengan konstruksi yang lebih kuat. Adapun pembangunan CP202 dan CP203 masih akan didetailkan lebih lanjut pengerjaannya.

Sponsored

Dalam kesempatan itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan penandatanganan kontrak kerja tersebut merupakan hasil dari proses yang panjang agar konstruksi MRT Jakarta bisa rampung sesuai jadwal dan dikerjakan benar-benar optimal.

“Setelah melalui proses perencanaan yang cukup rumit, pengerjaan MRT Jakarta Fase IIA khususnya 2,8 kilometer dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Monas ini bisa ditandatangani,” katanya.

Ia juga meminta agar dalam fase kedua ini, antara Stasiun MRT dan halte Transjakarta terhubung, sehingga memudahkan mobilitas masyarakat di mana seluruh kalangan dapat berbaur.

“Rancangan MRT Fase IIA ini sudah memperhitungkan integrasi. Ini akan dilakukan untuk seluruh pembangunan transportasi umum, baik itu MRT Jakarta, Transjakarta, dan LRT Jakarta agar masyarakat mudah untuk menjangkau ke mana saja,” katanya.

Penandatangan dilakukan oleh Direktur Konstruksi Silvia Halim dan Shimizu-Adhi Karya Joint Venture yang diwakili Yutaka Okumura terkait Paket Kontrak antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan Shimizu-Adhi Karya JV (SAJV) terkait Design and Build Underground Section MRT Jakarta Project Phase 2 Contract Package 201.

Penandatangan tersebut disaksikan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar, JICA Chief Representatif untuk Republik Indonesia Yamanaka Shinichi dan Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto.

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Senin, 06 Apr 2020 06:02 WIB
Menagih janji keringanan cicilan utang

Menagih janji keringanan cicilan utang

Senin, 06 Apr 2020 05:43 WIB
Berita Lainnya