close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Press conference Beauty Science Tech (BST) 2026 yang berlangsung di Jakarta, Rabu (21/1/2026). Alinea.id/Alfian.
icon caption
Press conference Beauty Science Tech (BST) 2026 yang berlangsung di Jakarta, Rabu (21/1/2026). Alinea.id/Alfian.
Bisnis
Rabu, 21 Januari 2026 21:25

ParagonCorp perkuat strategi global berbasis sains dan teknologi

ParagonCorp memperkuat strategi global dengan fokus pada riset, teknologi, dan keberlanjutan untuk meningkatkan daya saing industri beauty lokal.
swipe

Setelah empat dekade berkiprah di industri kecantikan nasional, ParagonCorp menegaskan langkah strategisnya untuk memperkuat posisi di pasar global dengan menempatkan sains dan teknologi sebagai fondasi utama pertumbuhan bisnis ke depan.

Transformasi tersebut menandai pergeseran ParagonCorp dari sekadar perusahaan berbasis manufaktur dan pasar domestik menuju purposeful beauty science and technology company yang berorientasi pada daya saing jangka panjang. Strategi ini dibangun dengan mengintegrasikan kekuatan lokal, riset, serta pengembangan teknologi berkelanjutan guna menjawab tuntutan industri kecantikan global yang semakin kompetitif.

Group CEO ParagonCorp Harman Subakat menyampaikan bahwa fase baru perusahaan diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk dan memperkuat fondasi inovasi, bukan hanya memperluas pangsa pasar.

“Inovasi Paragon ke depan berangkat dari kekuatan lokal yang dipadukan dengan sains dan teknologi berkelanjutan,” ujar Harman, saat konferensi pers Beauty Science Tech (BST) 2026, Rabu (21/1).

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi kunci agar beauty brand lokal tidak berhenti pada kekuatan konsumsi domestik, tetapi mampu memenuhi standar dan kebutuhan pasar internasional.

Dari perspektif tata kelola dan keberlanjutan, Board of Council Paragon Wardah sekaligus Stewardship for Global Impact Retno Marsudi menilai transformasi ParagonCorp mencerminkan perubahan peran industri kecantikan yang kini tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada dampak sosial dan tanggung jawab global.

Ia menilai, komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem industri yang berkelanjutan menjadi faktor pembeda bagi brand Indonesia dalam persaingan global yang semakin menuntut akuntabilitas.

Sementara itu, dari sisi penguatan teknologi, Co-Founder and CEO Biotix Davide Pennino menekankan pentingnya kolaborasi riset agar inovasi kecantikan yang dikembangkan mampu menjawab kebutuhan pasar global secara ilmiah dan terukur. Pendekatan berbasis data dinilai krusial untuk menjaga relevansi produk di berbagai pasar.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Managing Director Accenture Southeast Asia Bhavna Rawlley, yang menilai kawasan Asia Tenggara memiliki potensi besar sebagai pusat inovasi beauty technology, dengan Indonesia sebagai salah satu basis pertumbuhan industri.

Melalui arah strategis ini, ParagonCorp memposisikan diri tidak hanya sebagai pemain utama di pasar domestik, tetapi sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur industri beauty nasional agar lebih adaptif, inovatif, dan kompetitif di tingkat global.

img
Kudus Purnomo Wahidin
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan