close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Koaksi menggelar acara diskusi 'Menghadapi Bonus Demografis, Meraih Peluang Karir Baru melalui Green Jobs' di kawasan Cikini, Jakarta, Kamis (23/6). Alinea.id/Gempita Surya.
icon caption
Koaksi menggelar acara diskusi 'Menghadapi Bonus Demografis, Meraih Peluang Karir Baru melalui Green Jobs' di kawasan Cikini, Jakarta, Kamis (23/6). Alinea.id/Gempita Surya.
Bisnis
Jumat, 24 Juni 2022 06:32

Pekerjaan ramah lingkungan buka peluang karir baru wujudkan ekonomi hijau

Green jobs merupakan pekerjaan yang berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.
swipe

Pemerintah terus mendorong pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Salah satu strategi yang diterapkan dalam transformasi ekonomi jangka menengah dan panjang adalah rencana ekonomi hijau atau green economy.

Organisasi nirlaba yang bergerak dalam program pembangunan berkelanjutan, Koaksi Indonesia menilai, transformasi ini akan membuka peluang lapangan pekerjaan hijau atau green jobs secara signifikan. Periset Koaksi Indonesia Siti Koiromah mengatakan, akan ada beberapa jenis pekerjaan baru yang tercipta dari green jobs.

"Beberapa jenis pekerjaan baru yang tercipta dari green jobs seperti teknisi solar panel, konsultan di lingkungan, hingga ecotourism. Kemudian, akan ada banyak sektor yang berpotensi menyesuaikan ekonomi hijau," ujar Siti dalam acara diskusi bertajuk Menghadapi Bonus Demografis, Meraih Peluang Karir Baru melalui Green Jobs di kawasan Cikini, Jakarta, Kamis (23/6).

Siti memaparkan, green jobs merupakan pekerjaan yang berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Ini berkaitan dengan upaya Indonesia untuk lebih ramah lingkungan melalui kebijakan transisi energi.

Lebih lanjut Siti menjelaskan, transisi ke energi terbarukan dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja di berbagai sektor. Hal ini perlu diselaraskan dengan momentum bonus demografi yang dialami Indonesia.

"70% penduduk kita berada di usia produktif. Ini memiliki peluang yang sangat besar, di mana industri bisa meningkatkan daya saing dengan memilih yang terbaik," kata Siti.

Sebaliknya, lanjut Siti, tantangan akan muncul jika peluang ini tidak diperhatikan. Dampak buruk yang dapat timbul adalah banyak pengangguran karena jumlah lapangan pekerjaan tidak meningkat atau ada ketimpangan antara permintaan dan penawaran.

Siti memaparkan, estimasi tenaga kerja di subsektor energi yakni sebanyak 32.980 tenaga kerja langsung pada 2019. Seiring dengan kebutuhan energi bersih di masa mendatang, 770 ribu tenaga kerja akan dibutuhkan di industri energi terbarukan pada 2040 dan 1,1 juta tenaga kerja pada 2050.

Siti menambahkan, Indonesia memiliki peluang besar dalam memperbanyak green jobs terutama dari sektor energi. Semakin banyak green jobs berarti mengakselerasi ekonomi rendah karbon dan berkelanjutan yang menjadi agenda netral karbon pada 2060.

"Semakin banyak green jobs yang tercipta,semakin banyak pekerjaan-pekerjaan yang melindungi dan memulihkan ekosistem, serta meningkatkan efisiensi energi dan bahan baku," tutur Siti.

Pihaknya berharap, upaya perlindungan lingkungan melalui transisi energi dan pekerjaan ramah lingkungan dapat didukung oleh berbagai pihak. Sehingga, hal ini dapat menjadi solusi dalam pemulihan ekonomi di masa kini dan membantu menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di masa mendatang.

img
Gempita Surya
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan